Listyo Sigit dan Api Hoegeng yang Menyala di Jantung Asta Cita

Haidar Alwi
banner 468x60

Penjaga Dapur, Sawah, Sekolah, dan Masa Depan

Asta Cita hidup dalam hal-hal yang dekat dengan rakyat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ia hidup di dapur keluarga yang membutuhkan pangan terjangkau.

Ia hidup di sawah petani yang berharap panennya tidak dipermainkan tengkulak dan mafia.

Ia hidup di laut tempat nelayan menggantungkan kehidupan.

Ia hidup di sekolah tempat anak-anak menanam harapan.

Ia hidup di pasar, pabrik, rumah sakit, desa, terminal, pelabuhan, dan jalan-jalan yang menghubungkan seluruh penjuru negeri.

Karena itu, menjaga Asta Cita bukan hanya pekerjaan di balik meja para pejabat tinggi.

Ia dikerjakan setiap hari oleh polisi yang berdiri di persimpangan, menjaga desa, mengungkap narkotika, menyelamatkan korban kekerasan, menindak penyelundupan, mengamankan distribusi pangan, melindungi pekerja, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan tanpa ketakutan.

Di balik setiap program besar pemerintah terdapat ribuan kemungkinan gangguan.

Di balik setiap anggaran terdapat risiko penyelewengan.

Di balik setiap kebijakan terdapat pihak yang mencoba mengambil keuntungan secara tidak sah.

Bhayangkara hadir di antara cita-cita dan ancaman tersebut.

Mereka adalah pagar hidup yang menjaga agar pembangunan tetap berjalan.

Mereka adalah mata republik di tempat yang tidak dapat selalu dijangkau pusat pemerintahan.

Mereka adalah tangan negara yang pertama kali mengetuk pintu ketika rakyat meminta pertolongan.

Dalam pandangan ini, Asta Cita bukan hanya delapan butir agenda.

Ia adalah delapan medan pengabdian.

Dan jutaan tindakan kecil Bhayangkara di seluruh Indonesia adalah batu-batu yang menyusun jalan menuju keberhasilannya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.