Dari Obor Menjadi Matahari Asta Cita
Pada awalnya, Api Hoegeng adalah nyala moral seorang polisi jujur.
Di tangan Listyo Sigit, nyala itu menjadi obor keberanian yang menembus tembok kekuasaan.
Kini obor tersebut harus dibesarkan menjadi matahari yang menerangi seluruh perjalanan Asta Cita.
Cahayanya harus mencapai desa-desa.
Cahayanya harus masuk ke ruang penyusunan anggaran.
Cahayanya harus menerangi proyek pembangunan.
Cahayanya harus menembus jaringan mafia.
Cahayanya harus menjaga sekolah, dapur rakyat, sawah petani, laut nelayan, hutan, tambang, perbatasan, dan ruang digital Indonesia.
Tidak boleh ada program negara yang terlalu besar untuk diawasi.
Tidak boleh ada pejabat yang terlalu dekat dengan kekuasaan untuk diperiksa.
Tidak boleh ada jaringan yang terlalu kuat untuk disentuh.
Tidak boleh ada seragam yang terlalu mulia untuk dimintai pertanggungjawaban.
Sebab cahaya yang hanya menerangi rakyat kecil bukan cahaya keadilan.
Api Hoegeng harus bergerak ke atas, ke pusat kewenangan, ke ruang tempat keputusan besar dibuat dan uang rakyat dialirkan.
Di sanalah Listyo Sigit dan Bhayangkara menemukan panggilan terbesarnya: menjaga agar Asta Cita tidak menjadi pesta bagi pemburu rente, tetapi menjadi jalan pengabdian bagi seluruh aparatur negara.











