Menjaga Presiden dengan Menjaga Kebenaran
Seorang Presiden tidak membutuhkan aparat yang hanya mengatakan keadaan selalu baik.
Ia membutuhkan aparat yang mampu menemukan ancaman sebelum ancaman itu menghancurkan kepercayaan rakyat.
Ia membutuhkan polisi yang berani membongkar kejahatan meskipun pelakunya mempunyai akses ke lingkaran kekuasaan.
Ia membutuhkan Kapolri yang tidak mengukur kebenaran berdasarkan kedekatan seseorang dengan istana.
Dalam kerangka itu, keberanian Listyo Sigit merupakan bentuk pengawalan paling kuat terhadap Asta Cita.
Setiap kasus korupsi yang dibongkar adalah satu lubang kebocoran negara yang ditutup.
Setiap jaringan narkotika yang dihancurkan adalah satu generasi yang diselamatkan.
Setiap mafia pangan yang dipatahkan adalah perlindungan terhadap meja makan rakyat.
Setiap kejahatan siber yang dicegah adalah perlindungan terhadap ekonomi dan kedaulatan digital.
Setiap perdagangan manusia yang digagalkan adalah pengembalian martabat warga negara.
Setiap penyelewengan kekuasaan yang dibawa ke hadapan hukum adalah pesan bahwa pemerintahan tidak bersedia hidup berdampingan dengan pengkhianatan.
Listyo Sigit tidak menjaga Presiden dengan membangun tembok yang menghalangi kenyataan.
Ia menjaga Presiden dengan membawa cahaya ke ruang-ruang yang dapat merusak warisan pemerintahan.
Ia tidak menjaga Asta Cita dengan menyembunyikan masalah.
Ia menjaganya dengan memastikan setiap masalah dapat ditemukan, dibuka, dan diselesaikan melalui hukum.
Sebab seorang pemimpin negara akan semakin kuat ketika aparatnya berani menyampaikan kebenaran.
Dan sebuah pemerintahan akan semakin dihormati ketika penegakan hukum tidak mengenal kawan maupun lawan.











