Listyo Sigit dan Api Hoegeng yang Menyala di Jantung Asta Cita

Haidar Alwi
banner 468x60

Penutup: Bhayangkara Berdiri, Asta Cita Terjaga

Kelak, generasi mendatang akan menilai masa ini dari dua hal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mereka akan melihat cita-cita yang diumumkan negara.

Lalu mereka akan melihat siapa yang berdiri menjaganya.

Mereka akan membaca tentang Asta Cita sebagai delapan harapan besar bagi Indonesia. Namun, mereka juga akan mencari nama-nama yang memastikan harapan itu tidak dirampas sebelum sampai kepada rakyat.

Di antara nama-nama tersebut, sejarah akan menemukan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Sang jenderal yang membawa Api Hoegeng keluar dari museum ingatan.

Sang pemimpin yang mengubahnya menjadi keberanian institusional.

Sang Bhayangkara yang memahami bahwa menjaga pemerintahan berarti menjaga kebenaran, menjaga Presiden berarti menjaga kehormatan negara, dan menjaga Asta Cita berarti berani melawan siapa pun yang mencoba mengkhianatinya.

Listyo Sigit tidak berdiri sendirian.

Di belakangnya berdiri barisan Bhayangkara dari Sabang sampai Merauke.

Mereka menjaga kota ketika malam turun.

Mereka menjaga desa ketika bahaya datang.

Mereka menjaga perbatasan ketika kedaulatan diuji.

Mereka menjaga generasi muda dari narkotika.

Mereka menjaga kekayaan negara dari mafia.

Mereka menjaga pembangunan dari korupsi.

Mereka menjaga rakyat dari ketakutan.

Mereka menjaga Asta Cita dari tangan-tangan yang ingin mengubah cita-cita menjadi jarahan.

Inilah Bhayangkara penjaga Republik.

Bukan pasukan yang hanya bergerak ketika diperintah.

Mereka adalah denyut keamanan yang membuat bangsa dapat terus melangkah.

Bukan benteng yang dibangun untuk melindungi penguasa dari rakyat.

Mereka adalah perisai yang menjaga cita-cita rakyat dari para perusak negara.

Api Hoegeng telah menyala.

Listyo Sigit telah mengangkatnya.

Bhayangkara telah membentuk barisan.

Kini Asta Cita mempunyai penjaga.

Selama Api Hoegeng tetap hidup di dada setiap polisi, hukum tidak akan kehilangan keberanian.

Selama Listyo Sigit memegang kompas pengabdian, Bhayangkara tidak akan kehilangan arah.

Selama rakyat dan polisi berdiri dalam satu lingkaran kepercayaan, tidak ada mafia, kartel, koruptor, maupun pengkhianat yang cukup kuat untuk membajak masa depan Indonesia.

Biarkan api itu menerangi seluruh negeri.

Biarkan Bhayangkara menjaganya dari gelap.

Biarkan Asta Cita berjalan di bawah perlindungan hukum.

Dan biarkan sejarah mencatat bahwa ketika Republik membutuhkan penjaga bagi delapan cita-cita besarnya, seorang jenderal berdiri membawa nyala Hoegeng, lalu memimpin seluruh Bhayangkara menuju garis depan pengabdian.

Namanya Listyo Sigit Prabowo.

Barisannya adalah Bhayangkara Indonesia.

Tugasnya menjaga Asta Cita.

Sumpahnya menjaga Republik.

Dan selama barisan itu tetap tegak, cahaya Indonesia tidak akan pernah dibiarkan padam.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.