Listyo Sigit dan Api Hoegeng yang Menyala di Jantung Asta Cita

Haidar Alwi
banner 468x60

Asta Cita Tidak Cukup Diumumkan, Ia Harus Dijaga

Delapan cita-cita nasional tidak akan menjadi kenyataan hanya karena diumumkan dalam pidato, dicetak dalam dokumen, atau dipasang pada dinding kantor pemerintahan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Setiap cita-cita akan memasuki medan perebutan.

Ketahanan pangan akan berhadapan dengan mafia distribusi dan penyelewengan anggaran.

Kemandirian energi akan berhadapan dengan kartel, penyelundupan, dan kepentingan ekonomi yang tidak ingin Indonesia berdiri di atas kakinya sendiri.

Hilirisasi akan berhadapan dengan perburuan rente, permainan izin, dan penguasaan sumber daya oleh jaringan yang hanya mengejar keuntungan.

Pembangunan manusia akan berhadapan dengan korupsi pendidikan, penyimpangan bantuan sosial, dan kejahatan yang merampas masa depan anak-anak.

Reformasi hukum akan berhadapan dengan mereka yang hidup dari ketidakadilan.

Pemberantasan korupsi akan berhadapan dengan kekuasaan yang mencoba membeli kesunyian.

Demokrasi akan berhadapan dengan provokasi, disinformasi, kekerasan, dan upaya memecah persatuan.

Kedaulatan nasional akan berhadapan dengan kejahatan lintas negara, perang informasi, serangan siber, serta jaringan ekonomi gelap yang tidak mengenal batas wilayah.

Di setiap medan itu, Bhayangkara dibutuhkan.

Polisi menjaga agar hasil panen tidak dikuasai mafia.

Polisi menjaga agar energi negara tidak dijarah.

Polisi menjaga agar tambang, laut, hutan, dan kekayaan republik tidak diperdagangkan melalui jaringan kejahatan.

Polisi menjaga anak-anak dari narkotika, perdagangan manusia, kekerasan, dan eksploitasi.

Polisi menjaga ruang digital dari kejahatan yang dapat menghancurkan kehidupan hanya melalui satu layar.

Polisi menjaga jalan, pasar, desa, kota, pelabuhan, perbatasan, dan seluruh urat nadi pembangunan.

Tanpa keamanan, pembangunan akan berjalan dengan ketakutan.

Tanpa kepastian hukum, investasi akan berjalan dalam keraguan.

Tanpa pemberantasan korupsi, anggaran pembangunan akan mengalir menuju kantong-kantong keserakahan.

Tanpa Bhayangkara yang berani, Asta Cita dapat berubah dari harapan besar menjadi santapan para pemburu rente.

Karena itu, menjaga Asta Cita bukan pekerjaan tambahan bagi Polri.

Ia adalah panggilan sejarah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.