Listyo Sigit dan Api Hoegeng yang Menyala di Jantung Asta Cita

Haidar Alwi
banner 468x60

Oleh: R. Haidar Alwi
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB

Api itu tidak lagi menyala di satu tempat. Ia telah meninggalkan ruang kenangan, melintasi halaman Trunojoyo, mengetuk gerbang Adhyaksa, dan menerangi tembok-tembok kekuasaan yang dahulu dianggap terlalu tinggi untuk disentuh.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, perjalanan Api Hoegeng tidak boleh berakhir pada satu perkara.

Api itu harus dibawa lebih jauh: menjaga rakyat, melindungi pembangunan, mengawal pemerintahan, menegakkan hukum, dan memastikan delapan cita-cita besar negara tidak dirampas oleh korupsi, kejahatan, keserakahan, maupun pengkhianatan dari dalam.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Bhayangkara berdiri di garis tersebut.

Bukan hanya sebagai penjaga ketertiban.

Bukan hanya sebagai penindak kejahatan.

Bhayangkara berdiri sebagai penjaga jalan panjang Asta Cita—barisan yang memastikan kehendak Presiden tidak berhenti sebagai kalimat di atas kertas dan harapan rakyat tidak hancur di tangan mereka yang menjadikan program negara sebagai ladang kepentingan pribadi.

Sebab pembangunan sebesar apa pun akan kehilangan makna apabila korupsi menggerogotinya.

Anggaran sebesar apa pun akan berubah menjadi jarahan apabila tidak dijaga.

Kekuasaan sekuat apa pun akan kehilangan kewibawaan apabila hukum memilih tunduk.

Asta Cita membutuhkan keberanian untuk menjaganya.

Republik membutuhkan pasukan yang bersedia berdiri ketika ancaman datang dari luar maupun tumbuh dari dalam.

Dan pada garis terdepan itu berdiri Listyo Sigit bersama seluruh Bhayangkara Indonesia.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.