Menurut dia, salah satu peluang yang dapat dikembangkan melalui INKOPPAS Link adalah memperluas jangkauan pemasaran pedagang.
Pedagang tidak lagi hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar. Produk yang ditawarkan dapat diperkenalkan melalui saluran digital sehingga berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ruli menjelaskan, tautan digital yang tersedia dapat dikembangkan untuk terhubung dengan berbagai saluran komunikasi digital, termasuk aplikasi perpesanan dan media sosial.
Dalam perkembangannya, sistem tersebut juga dapat mendukung layanan pengantaran barang melalui layanan ojek online.
Dengan demikian, aktivitas jual beli tidak selalu harus berlangsung secara langsung di lapak pasar.
Konsumen dapat memperoleh informasi mengenai produk, berkomunikasi dengan pedagang, melakukan pemesanan, kemudian menyelesaikan pembayaran melalui sistem digital. “Pembeli tinggal klik dan membayar lewat e-banking atau e-wallet,” kata Ruli.
Sistem pembayaran digital tersebut juga dapat memberikan kemudahan dalam transaksi, termasuk mengurangi kendala yang terkadang muncul dalam pembayaran tunai, seperti persoalan uang kembalian.
Meski demikian, Ruli mengingatkan bahwa digitalisasi pasar rakyat tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi.
Keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kemampuan pedagang dan anggota koperasi memahami serta memanfaatkan teknologi tersebut.











