Sekretaris Umum INKOPPAS, Andrian Lame Muhar, mengatakan peluncuran INKOPPAS Link memiliki arti strategis bagi perjalanan organisasi, terlebih INKOPPAS akan memasuki usia ke-29 pada 19 September 2026 sejak berdiri pada 1997.
Andrian menjelaskan, INKOPPAS selama ini menaungi lebih dari 2.000 koperasi pedagang pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan jaringan yang luas tersebut, kebutuhan terhadap sistem komunikasi dan koordinasi yang lebih cepat menjadi semakin penting.
Selama ini, kata Andrian, sebagian proses koordinasi masih dilakukan secara manual. Informasi mengenai kebutuhan maupun penyaluran komoditas, misalnya, masih banyak disampaikan melalui komunikasi langsung dengan para ketua Puskopas di daerah.
Pola komunikasi tersebut dinilai memiliki keterbatasan ketika harus diterapkan pada jaringan koperasi yang tersebar di berbagai wilayah.
Karena itu, digitalisasi dipandang sebagai kebutuhan untuk mempercepat arus informasi dari tingkat pusat hingga anggota koperasi di daerah.
“Kita ini harus mulai masuk ke era digitalisasi, supaya nanti perkembangan di pusat bisa didengar sampai ke bawah,” ucap Andrian.
Melalui INKOPPAS Link, berbagai kebutuhan koperasi diharapkan dapat ditempatkan dalam satu ekosistem digital yang lebih mudah diakses anggota.
Andrian menjelaskan, INKOPPAS Link dikembangkan bersama mitra strategis Monologi untuk pengembangan aplikasi dan Moneta sebagai payment gateway.
Platform tersebut dirancang untuk mendukung sejumlah aktivitas koperasi, mulai dari transaksi, pembukuan, layanan simpan pinjam hingga pembayaran menggunakan QR.











