JAKARTA, Radarjakarta.id – Pasar rakyat tidak lagi hanya identik dengan transaksi tatap muka dan tawar-menawar. Seiring perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital, koperasi pedagang pasar mulai dituntut beradaptasi agar mampu memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, dan sesuai kebutuhan konsumen.
Langkah menuju transformasi tersebut ditandai dengan peluncuran INKOPPAS Link, sebuah platform digital yang dikembangkan Induk Koperasi Pedagang Pasar Indonesia (INKOPPAS) untuk memperkuat ekosistem perdagangan pasar rakyat sekaligus meningkatkan layanan koperasi.
Peluncuran INKOPPAS Link berlangsung di Pasar Cibubur, Kamis (17/9/2026), dalam kegiatan bertema “Digitalisasi Pasar, Pedagang Berdaya, Pembeli Bahagia”.
Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya INKOPPAS membawa koperasi pedagang pasar memasuki ekosistem digital yang lebih terintegrasi. Platform ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana transaksi, tetapi juga mendukung pembukuan, layanan keuangan koperasi, pembayaran digital, hingga pengembangan akses pemasaran bagi pedagang pasar rakyat.
Acara tersebut dihadiri jajaran Kementerian Koperasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, LPDB, PD Pasar Jaya, serta pengurus Puskopas dan Kopas dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah mitra strategis, termasuk Monologi dan Moneta, turut hadir dalam agenda peluncuran.
Ketua INKOPPAS Cibubur, Kusnadi, mengatakan transformasi digital merupakan konsekuensi dari perubahan zaman yang harus dihadapi oleh pedagang pasar rakyat.
Menurutnya, konsumen kini semakin terbiasa menggunakan telepon pintar untuk mencari informasi produk, berkomunikasi dengan penjual, melakukan pemesanan hingga menyelesaikan pembayaran.
Kondisi tersebut membuat pasar rakyat perlu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam perubahan perilaku konsumen.
Namun, Kusnadi menegaskan bahwa modernisasi pasar tidak boleh menghilangkan karakter utama pasar tradisional yang selama ini menjadi kekuatannya.
Interaksi sosial, kedekatan pedagang dengan pembeli, budaya tawar-menawar, serta semangat kekeluargaan harus tetap dipertahankan meskipun sebagian aktivitas perdagangan mulai menggunakan teknologi digital.
Ia berharap implementasi INKOPPAS Link dikawal secara berkelanjutan sehingga program tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran.
“Kawal terus program ini agar tidak terhenti sebatas seremoni, tetapi benar-benar diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi naiknya kelas pedagang kecil kita,” ujar Kusnadi.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tetap berjalan seiring dengan hubungan sosial di lingkungan pasar. “Pasar boleh makin digital, tapi silaturahmi jangan sampai hilang,” tegasnya.











