JAKARTA, Radarjakarta.id – Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri atau Tantri Kotak, terus menjadi perhatian publik. Bukan semata karena nilai kerugian yang disebut mencapai sekitar Rp10 miliar dari sejumlah korban, melainkan karena kasus tersebut diduga melibatkan sosok teman dekat yang telah menjalin hubungan pertemanan selama bertahun-tahun. Fakta itu memicu gelombang simpati sekaligus membuat banyak korban lain mulai berani menyampaikan pengalaman serupa.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan Tantri, perkenalan dengan terduga pelaku bermula sejak 2021 ketika anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama. Seiring waktu, hubungan pertemanan berkembang hingga muncul ajakan kerja sama bisnis dan investasi. Tantri mengaku sempat ragu mencampurkan urusan pertemanan dengan bisnis, namun akhirnya menerima tawaran tersebut karena rasa percaya yang telah terbangun selama beberapa tahun.
Masalah mulai mencuat setelah komunikasi dengan terduga pelaku terputus usai transaksi terakhir pada pertengahan Juni 2026. Tantri bersama sejumlah korban kemudian mendatangi kediaman yang bersangkutan. Menurut pengakuannya, keluarga terduga pelaku mengaku pasrah dan tidak dapat memberikan kepastian mengenai keberadaan maupun penyelesaian persoalan tersebut. Sejak kisah itu dipublikasikan, berbagai pengakuan dari korban lain bermunculan di media sosial dengan dugaan modus yang serupa. Namun, hingga kini rincian resmi mengenai jumlah korban maupun total kerugian masih menunggu proses hukum lebih lanjut.
Di tengah besarnya nilai kerugian yang disebutkan, Tantri justru menegaskan bahwa luka terbesar bukanlah kehilangan materi. Ia mengaku lebih terpukul oleh rusaknya kepercayaan terhadap orang yang selama ini dianggap sebagai sahabat. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati dalam menjalin kerja sama bisnis, termasuk dengan orang-orang terdekat. Sikap itu juga menjadi pengingat bahwa penipuan kerap bermula dari hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan.
Sementara itu, suami Tantri, Arda Hatna, menyatakan pihak keluarga bersama tim telah mengumpulkan berbagai bukti untuk mendalami kasus tersebut. Mereka mengaku memilih menempuh langkah yang terukur sambil menghormati proses hukum. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Poppy Nupitasari terkait tuduhan yang beredar. Karena itu, seluruh dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.***











