JAKARTA, Radarjakarta.id — Polemik dugaan pemberian minuman keras sebagai hadiah dalam kegiatan yang dikaitkan dengan hafalan Al-Qur’an memasuki babak baru. Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta berencana menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Orang Tua Group, Jakarta Barat, serta menyasar kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (14/8/2026).
Rencana aksi tersebut disampaikan Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Zein Alattas. Berdasarkan pemberitaan yang beredar, aksi merupakan respons atas kontroversi kegiatan yang disebut mengaitkan hafalan Surah Ad-Dhuha dengan hadiah berupa minuman beralkohol. FPI menilai penggunaan ayat atau hafalan Al-Qur’an dalam konteks promosi minuman keras merupakan persoalan serius yang perlu mendapat penjelasan.
Kabar rencana aksi tersebut sebelumnya diberitakan media lokal pada 13 Agustus 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan FPI DKI merencanakan aksi sebagai bentuk respons terhadap kontroversi yang berkembang di masyarakat.
Sorotan terhadap produk Newport
Nama Newport ikut menjadi sorotan karena produk tersebut tercatat sebagai bagian dari lini minuman beralkohol yang dipasarkan di Indonesia. Data penjualan yang tersedia secara daring mencantumkan sejumlah varian Newport, termasuk Newport Passion Blue, Newport Red dan Newport Revolution.
Keterkaitan Newport dengan Orang Tua Group juga muncul dalam sejumlah sumber industri. Profil profesional yang tersedia secara publik menyebut pengembangan produk minuman beralkohol Orang Tua Group mencakup kategori vodka, termasuk Newport, Siren dan Iceland, selain sejumlah merek whisky, gin, rum dan anggur.
Namun, kontroversi mengenai kegiatan hafalan Al-Qur’an tersebut perlu dibedakan dari fakta mengenai portofolio bisnis perusahaan. Sampai informasi yang dapat diverifikasi saat ini, belum ada keterangan resmi dari Orang Tua Group yang ditemukan dalam sumber terbuka yang menjelaskan secara lengkap konteks kegiatan, pihak penyelenggara, mekanisme hadiah, maupun posisi perusahaan terhadap kontroversi tersebut.
Gurita bisnis Orang Tua Group
Orang Tua Group sendiri dikenal sebagai perusahaan consumer goods dengan portofolio yang jauh lebih luas daripada produk minuman. Sejumlah sumber menyebut perusahaan menaungi produk makanan, minuman, perawatan diri hingga berbagai kebutuhan rumah tangga. Di antara merek yang dikenal masyarakat adalah Tango, Teh Gelas, Formula, Kiranti dan sejumlah produk konsumen lainnya.
Karena itu, polemik yang menyeret salah satu lini bisnis minuman beralkohol berpotensi berdampak lebih luas terhadap citra korporasi dan merek-merek yang berada di bawah kelompok usaha tersebut.
Di sisi lain, keberadaan produk Newport dan sejumlah minuman beralkohol lain dalam jaringan penjualan bukan berarti seluruh produk Orang Tua Group merupakan produk alkohol. Portofolio perusahaan mencakup berbagai kategori barang konsumsi sehari-hari.
FPI minta penjelasan
FPI DKI disebut akan menjadikan aksi tersebut sebagai momentum untuk menyampaikan keberatan sekaligus meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi terkait kontroversi hadiah minuman beralkohol yang dikaitkan dengan hafalan Al-Qur’an.
Aksi juga disebut akan diarahkan ke kawasan Ancol. Kehadiran massa di dua titik tersebut berpotensi menarik perhatian publik karena menyangkut isu agama, promosi produk dan penggunaan simbol keagamaan dalam kegiatan pemasaran.
Sementara itu, pemerintah daerah sebelumnya memang melakukan pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol. Satpol PP DKI, misalnya, pada Maret 2026 melakukan operasi penertiban minuman beralkohol di sejumlah lokasi Jakarta dan menyita berbagai merek, termasuk Newport.
Kontroversi ini kini memasuki fase yang lebih sensitif. Publik menunggu penjelasan resmi Orang Tua Group mengenai kegiatan yang dipersoalkan, sementara FPI DKI menyatakan sikapnya melalui rencana aksi demonstrasi hari ini.***











