JAKARTA, Radarjakarta.id — Usianya baru menginjak kelas 5 sekolah dasar. Namun, Aisyah Azzahra Waluyo telah menunjukkan keberanian dan kemampuan yang melampaui usianya. Siswi SDN Kalideres 03 Pagi, Jakarta Barat, itu mencuri perhatian melalui sederet bakat dan prestasi, mulai dari mendongeng, berpuisi, menjadi reporter hingga meraih prestasi di bidang Seni.
Kemampuan Aisyah berbicara di depan publik menjadi salah satu kelebihannya. Ia mampu menyampaikan cerita dengan ekspresi dan intonasi yang baik, tampil membawakan puisi, serta berkomunikasi secara percaya diri ketika menjalankan peran sebagai reporter cilik. Bakat tersebut tumbuh seiring dengan prestasinya di sekolah.
Di bidang akademik, Aisyah dikenal sebagai salah satu siswi berprestasi di kelasnya. Sementara di bidang nonakademik, ia berhasil meraih prestasi dalam ajang FLS3N tingkat Kecamatan. Prestasi tersebut melengkapi kiprahnya di bidang seni dan komunikasi.
Kemampuan jurnalistik Aisyah menjadi perhatian tersendiri. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah berani melakukan wawancara, bertanya kepada narasumber, serta menyampaikan informasi di hadapan publik. Keberanian itu membuat sosoknya tidak hanya dikenal sebagai siswi berprestasi, tetapi juga sebagai anak yang memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia jurnalistik.
Apresiasi kemudian datang dari dunia pers. Aisyah mendapat predikat Reporter Cilik Radarjakarta.id yang diberikan oleh Ketua PWI DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keberanian dan bakat jurnalistik yang ditunjukkannya sejak bangku sekolah dasar.
Predikat tersebut sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi Aisyah untuk mengenal profesi jurnalistik secara lebih dekat. Ia belajar bahwa menjadi reporter tidak sekadar tampil di depan kamera, tetapi juga membutuhkan keberanian bertanya, kemampuan berkomunikasi, ketelitian, serta kemauan untuk terus belajar.
Sosok Aisyah memperlihatkan bahwa kesempatan untuk berkembang dapat dimulai sejak usia dini. Dari ruang kelas SDN Kalideres 03 Pagi, panggung mendongeng dan puisi, arena kompetisi olahraga hingga dunia jurnalistik, ia terus mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan diri.
Kehadiran Aisyah juga menjadi gambaran generasi muda yang tidak takut mencoba berbagai bidang. Prestasi yang diraihnya bukan sekadar deretan penghargaan, melainkan proses membangun karakter, keberanian dan kreativitas sejak dini.
Aisyah Azzahra Waluyo mungkin masih kecil secara usia. Namun, keberaniannya tampil, bertanya, berkarya dan berprestasi menunjukkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari bangku sekolah dasar. Dari Kalideres, langkah kecil itu kini mulai mengarah ke dunia jurnalistik yang lebih luas.***











