76 Putra-Putri Terbaik Bersiap ke Istana, Perjuangan Paskibraka HUT RI 2026

banner 468x60

76 PASKIBRAKA MENUJU ISTANA: Dari Seleksi Ketat, Latihan Disiplin hingga Amanah Mengibarkan Merah Putih

JAKARTA, Radarjakarta.id — Sebanyak 76 putra-putri terbaik Indonesia kini bersiap menjalankan tugas bersejarah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mereka merupakan perwakilan dari 38 provinsi yang berhasil melewati rangkaian seleksi panjang dan ketat. Data Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mencatat, proses seleksi tahun ini diikuti 119.441 pendaftar dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 228 peserta berhasil mencapai tahap verifikasi tingkat pusat sebelum akhirnya ditetapkan menjadi 76 calon Paskibraka.

Perjalanan menuju Istana bukanlah proses instan. Para calon Paskibraka harus melewati seleksi berjenjang, termasuk pemeriksaan kesehatan, parade, kemampuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), psikologi, minat dan bakat, serta wawancara. Setelah terpilih, mereka menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan, pembinaan ideologi Pancasila, pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, hingga latihan pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka.

Salah satu kisah yang mendapat perhatian datang dari Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Gussa Oliver Nainggolan, siswa SMA Negeri 2 Balige, dan Felesia Rismaito Munthe, siswi SMA Unggul Del, terpilih mewakili Sumatera Utara sebagai calon Paskibraka tingkat pusat 2026. Keduanya menjadi bagian dari 76 pelajar yang membawa nama daerah masing-masing ke tingkat nasional.

Bagi Gussa dan Felesia, kesempatan tersebut bukan sekadar kebanggaan pribadi maupun keluarga. Mereka membawa nama Kabupaten Toba dan Sumatera Utara sekaligus mengemban tanggung jawab untuk tampil dalam salah satu prosesi kenegaraan paling sakral, yakni pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

BPIP menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera. Program tersebut merupakan bagian dari kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila, memiliki jiwa patriotisme, semangat persatuan, serta kesiapan mengabdi kepada negara. Proses seleksi juga disebut dilakukan secara transparan, objektif, profesional, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dengan terpilihnya 76 peserta tersebut, perhatian kini tertuju pada persiapan akhir menjelang 17 Agustus. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan baris-berbaris dan fisik yang prima, tetapi juga harus menjaga konsentrasi, kekompakan, disiplin, serta kesiapan mental karena setiap gerakan dalam upacara kenegaraan akan menjadi bagian dari sejarah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Soal pengukuhan, sejumlah informasi yang beredar menyebut agenda dilakukan menjelang puncak peringatan kemerdekaan. Namun, untuk jadwal pengukuhan Paskibraka pusat 2026 pada 15 Agustus, belum ditemukan konfirmasi resmi yang cukup kuat dari sumber pemerintah dalam penelusuran ini. Sebagai pembanding, pada 2025 pengukuhan Paskibraka dilakukan pada 13 Agustus di Istana Kepresidenan. Karena itu, tanggal 15 Agustus 2026 sebaiknya tidak ditulis sebagai kepastian sebelum ada pengumuman resmi pemerintah.

Begitu pula dengan informasi mengenai “gaji dan bonus” Paskibraka. Status Paskibraka merupakan penugasan kehormatan dan bagian dari program pembinaan kader bangsa. Besaran uang saku, penghargaan atau bonus dapat berbeda berdasarkan kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Karena itu, angka tertentu sebaiknya tidak disebut sebagai “gaji resmi Paskibraka nasional” tanpa dasar regulasi atau pengumuman pemerintah yang jelas.

Yang pasti, bagi 76 pelajar terpilih, perjalanan menuju Istana merupakan buah dari perjuangan panjang. Dari ratusan ribu pendaftar, mereka akhirnya dipercaya berdiri dalam satu barisan membawa nama 38 provinsi.

Pada 17 Agustus nanti, ketika Merah Putih perlahan naik diiringi lagu Indonesia Raya, seluruh proses panjang itu akan menemukan puncaknya. Bukan sekadar mengibarkan bendera, tetapi menjalankan amanah negara di hadapan Presiden, para pejabat negara, tamu undangan, dan jutaan masyarakat Indonesia yang menyaksikan dari berbagai penjuru negeri.

Mereka adalah 76 anak bangsa yang dipilih untuk mengemban satu tugas sederhana namun penuh makna: memastikan Sang Merah Putih berkibar dengan kehormatan di hari kemerdekaan Indonesia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.