Banyuwangi,Radarjakarta.id – Semangat nasionalisme dan patriotisme tidak selalu ditunjukkan melalui aksi-aksi besar, tetapi juga dari kepedulian tulus terhadap simbol negara. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Siti Siamah (54), seorang warga RT 01 RW 05 Dusun Krajan Baru, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.
Di tengah kesibukannya, ibu dua anak ini tanpa ragu meluangkan waktu untuk memperbaiki bendera Merah Putih yang kondisinya sobek dan putus talinya. Dengan penuh keseriusan dan tanpa kenal waktu, ia menjahit kembali Sang Saka Merah Putih agar siap dan layak dikibarkan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).
Siti Siamah, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi sosial di lingkungannya, melakukan hal tersebut demi memastikan pengibaran bendera di kawasan Simpang Tiga Wonosobo dapat berjalan lancar dan khidmat. Jiwa patriotisme yang tertanam kuat dalam dirinya mendorongnya untuk bergerak cepat tanpa mengharapkan imbalan.
Kepeduliannya yang mendalam terhadap Sang Saka Merah Putih mengundang kekaguman warga sekitar dan membawa ingatan publik pada sejarah perjuangan bangsa, khususnya sosok Ibu Fatmawati yang menjahit Bendera Pusaka untuk Proklamasi 1945.
Aksi sederhana namun menyentuh hati dari Siti Siamah ini menjadi inspirasi nyata bagi masyarakat sekitar bahwa rasa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan rasa kepedulian terhadap simbol kehormatan bangsa.(her)











