Selisih tersebut dapat menunjukkan biaya, pengeluaran, pengambilan sebagian uang, atau kesalahan penghitungan yang terjadi setelah uang pertama kali ditempatkan.
Pengembangan penyidikan paling menentukan terletak pada pencocokan seluruh nomor seri, pola pecahan, pita pengikat, cap, label mesin, dan tulisan tangan dari Sentul, De’Clan, serta Koin Money Changer. Apabila ditemukan rentang nomor seri yang berdekatan atau pola kemasan yang identik, temuan itu dapat menjadi indikasi kuat bahwa uang di lokasi berbeda berasal dari satu sumber atau rangkaian distribusi yang sama.
Indikasi tersebut harus diperkuat dengan data penarikan, transaksi penukaran, rekaman kamera pengawas, dan keterangan pihak yang melakukan penyerahan.
Apabila dua lembar ditemukan memiliki nomor seri identik, penyidik harus segera menguji kemungkinan kesalahan pencatatan, duplikasi foto, atau peredaran uang palsu. Pemeriksaan tersebut seharusnya tidak berhenti pada koordinasi umum dengan FBI atau Kedutaan Amerika Serikat.
Polri perlu memastikan keterlibatan lembaga yang memiliki kompetensi khusus dalam autentikasi mata uang, termasuk U.S. Secret Service, serta memperoleh laporan ahli resmi yang menjelaskan identitas pemeriksa, metode pengujian, daftar uang yang diperiksa, dan kesimpulan terhadap setiap kelompok barang.
Skenario pembuktian paling kuat dapat muncul apabila data transaksi Koin Money Changer menunjukkan jumlah, denominasi, waktu, pelanggan, atau pola serial yang cocok dengan uang yang ditemukan di De’Clan atau Sentul. Kecocokan tersebut dapat mengubah posisi money changer dari lokasi penyitaan menjadi simpul penting dalam jalur asal, pengubahan bentuk, atau distribusi uang.
Penyidikan juga harus bergerak ke ranah forensik digital dengan menyita dan memeriksa mesin penghitung uang, mesin pendeteksi valuta asing, komputer pengendali, printer label, perangkat penyimpanan, serta aplikasi pembukuan yang digunakan pada seluruh lokasi terkait.
Sebagian mesin modern dapat menyimpan data mengenai waktu penggunaan, jumlah uang yang dihitung, denominasi, atau lembar yang ditolak karena dianggap bermasalah. Kemampuan tersebut bergantung pada jenis dan konfigurasi perangkat, sehingga penyidik harus melakukan ekstraksi forensik terhadap setiap mesin dan sistem pendukungnya.
Apabila riwayat perangkat menunjukkan aktivitas penghitungan bernilai jutaan dolar sesaat sebelum penggeledahan, data waktu tersebut dapat menjadi bukti penguasaan aktif. Informasi itu kemudian harus dicocokkan dengan rekaman CCTV, posisi telepon seluler, komunikasi elektronik, dan identitas orang yang berada di lokasi.
Penguasaan aktif tidak hanya dibuktikan oleh kepemilikan rumah atau nama pada akta, tetapi juga oleh akses, tindakan, perintah, dan kendali nyata terhadap barang.
Koin Money Changer juga harus diaudit berdasarkan ketentuan Bank Indonesia yang mewajibkan penyelenggara penukaran valuta asing menatausahakan data pengguna jasa dan dokumen transaksi.
Penyidik harus memperoleh jurnal pembelian dan penjualan valuta, identitas pelanggan, data pemilik manfaat, kuitansi, sumber pasokan dolar, rekening pembayaran, stok kas harian, rekaman CCTV, komunikasi pegawai, serta laporan transaksi tunai dan transaksi mencurigakan kepada PPATK.
Nama orang yang datang ke loket tidak selalu identik dengan pemilik dana. Ia dapat bertindak sebagai kurir, pegawai, sopir, pemegang kuasa, nominee, atau perantara. Penelusuran harus bergerak dari orang yang melakukan transaksi menuju pihak yang menyediakan rupiah, pihak yang memberi instruksi, pihak yang menerima dolar, dan pihak yang memperoleh manfaat akhirnya.











