Wardah Derma Longevity Lab Dorong Kesadaran Konsumen untuk Perkuat Skin Immunity dan Kesehatan Kulit Jangka Panjang

Foto: Istimewa
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kulit reaktif (reactive skin) semakin menjadi perhatian dalam perawatan kulit. Studi yang dipublikasikan dalam Acta Dermato-Venereologica menyebutkan bahwa satu dari dua orang melaporkan memiliki kulit reaktif.

Kondisi seperti kemerahan, kering, terasa panas, gatal, perih, hingga breakout kerap dianggap muncul secara tiba-tiba. Padahal, kondisi tersebut dapat berulang dan membuat proses pemulihan kulit menjadi semakin kompleks.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Melihat kondisi tersebut, Wardah mengidentifikasi empat emerging skin concerns yang dapat menjadi titik awal untuk memahami kondisi kulit secara lebih personal, yaitu sensitive skin, severe dry skin, acne dry skin, dan acne oily skin. Keempat kondisi tersebut memiliki pola dan kebutuhan pemulihan yang berbeda sehingga membutuhkan assessment dan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Berangkat dari kebutuhan konsumen tersebut, Wardah menghadirkan Wardah Derma Longevity Lab untuk membantu konsumen memahami kemungkinan pemicu masalah kulit hingga mendapatkan panduan pemulihan dari dermatolog.

Berlangsung di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta, pada 24–27 September 2026, Wardah memperkenalkan pendekatan “Skin Trigger-to-Personalized Skin Recovery”, yang membantu menerjemahkan sinyal kulit menjadi langkah perawatan yang lebih relevan.

Dari Skin Triggers Menuju Personalized Skin Recovery

Berbeda dengan skin check konvensional yang umumnya menggambarkan kondisi kulit pada saat pemeriksaan, Advanced AI Personalized Skin Analyzer (AI-PSA) membantu mendeteksi berbagai parameter kulit dan mengklasifikasikan tingkat kondisinya melalui standardized skin grading.

Hasil analisis tersebut kemudian dikombinasikan dengan lifestyle assessment untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan pemicu masalah kulit (skin problem triggers) serta menyusun personalized skin recovery guidance. Pendekatan ini menjadi bagian dari Wardah Derma Longevity Intelligence, yang mencakup tiga tahapan utama:

1. Skin Problem Triggers
Tahap ini membantu mengidentifikasi skin signals serta kaitannya dengan skin exposome, yakni keseluruhan paparan eksternal dan internal yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Faktor tersebut mencakup paparan fisik seperti sinar UV, panas, dingin, dan angin; paparan kimia dari kosmetik, sabun, air, dan polutan; faktor psikologis seperti stres; serta faktor hormonal, termasuk siklus menstruasi.

2. Diagnostic Assessment
Tahap ini membantu memahami kondisi kulit secara lebih personal. Hasil yang terangkum dalam Skin ID Blueprint menghubungkan skin signals, kondisi skin barrier, dan faktor gaya hidup. Dermatolog kemudian membantu menginterpretasikan hasil tersebut, sementara pemeriksaan tambahan dilakukan secara selektif apabila dinilai relevan dengan kondisi individu.

3. Personalized Recovery Guidance
Hasil assessment diterjemahkan menjadi langkah perawatan yang dapat diterapkan konsumen. Panduan tersebut mencakup skin longevity routine guide, rekomendasi bahan aktif yang disesuaikan dengan kondisi kulit, serta rekomendasi produk Wardah berdasarkan kebutuhan kulit.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.