Derma Longevity Intelligence untuk Memahami Kondisi Kulit secara Holistik
Wardah menilai bahwa kulit yang terlihat baik-baik saja belum tentu sepenuhnya berada dalam kondisi optimal. Kulit dapat tampak normal, tetapi tetap mengalami sensasi seperti perih, terbakar, gatal, atau tingling. Karena itu, gejala yang terlihat serupa belum tentu memiliki konteks dan kebutuhan pemulihan yang sama.
Melalui Wardah Derma Longevity Lab, pengunjung dapat mencoba sejumlah holistic assessment test yang menjadi bagian dari rangkaian Derma Longevity Intelligence, antara lain:
– Wardah Advanced Personalized Skin Analyzer (AI-PSA), yang membantu memberikan gambaran kondisi kulit saat ini, area yang perlu diperhatikan, serta lifestyle inputs yang relevan. Hasil analisis dirangkum dalam Skin ID Blueprint dan diinterpretasikan untuk membantu memberikan panduan skincare dan gaya hidup yang lebih personal.
– Dermascope dan Temperature Provocation Test, sebagai pemeriksaan pendukung yang digunakan secara selektif. Dermascope membantu dermatolog melakukan observasi lebih detail ketika terdapat kondisi yang perlu dievaluasi. Sementara itu, Temperature Provocation Test dilakukan apabila riwayat dan gejala mengarah pada respons fisik terhadap suhu tertentu.
– Wardah Dryness Test, yang digunakan ketika kulit menunjukkan tanda kekeringan, terasa tight, atau terdapat indikasi gangguan skin barrier. Hasilnya membantu menggambarkan kebutuhan pemulihan kulit secara lebih konkret dan menerjemahkannya menjadi tindakan perawatan yang relevan, termasuk penggunaan Wardah Derma Sensitive Moisturizer sebagai bagian dari proses pemulihan.
– Dino-Lite, yang digunakan sebagai high–magnification skin surface imaging untuk membandingkan tampilan permukaan kulit sebelum dan sesudah penggunaan moisturizer.
Advanced Skin ID Blueprint Hubungkan Kondisi Kulit dengan Gaya Hidup
Salah satu bagian dari pendekatan tersebut adalah Advanced Skin ID Blueprint, yaitu skin insight yang menghubungkan kondisi kulit dengan enam lifestyle inputs: sleep, stress, nutrition, gut health, movement, dan daily exposure.
Informasi tersebut membantu konsumen memahami hubungan antara rutinitas sehari-hari dengan sinyal kulit dan kondisi skin barrier, termasuk kulit yang tampak lelah atau kusam, kemerahan, breakout, kekeringan, hingga proses pemulihan yang terasa kurang optimal.
Dengan demikian, Skin ID Blueprint tidak hanya memberikan gambaran mengenai kondisi kulit saat ini, tetapi juga membuka pemahaman mengenai berbagai faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kondisi tersebut serta aspek yang perlu diperhatikan ke depannya.
“Kulit tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat di permukaan. Melalui Advanced Personalized Skin Analyzer dan Advanced Skin ID Blueprint yang dihadirkan di Wardah Skin Longevity Lab, memahami sinyal kulit dilakukan secara lebih objektif. Kita dapat menelusuri kemungkinan pemicu kulit bermasalah (skin problem triggers). Dengan bantuan interpretasi assessment dari dermatolog, dapat ditentukan recovery guidance yang lebih tepat untuk membantu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang,” ungkap dr. Arlene Rainamira, Sp.DVE, Dermatologist.











