JAKARTA, RadarJakarta.id – Permasalahan kulit seperti jerawat hingga kutil masih menjadi keluhan utama masyarakat yang datang ke klinik kecantikan.
Menurut dr. Shelly Lavenia Sambodo, Sp.DVE, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Heritage Medical, tren pasien saat ini tidak hanya didominasi penyakit menular seksual, tetapi juga gangguan kulit seperti jerawat dan alergi yang semakin meningkat.
Dalam keterangannya, dr. Shelly mengungkapkan bahwa jerawat menjadi salah satu kasus paling banyak ditangani, terutama pada wanita usia 20 hingga 30 tahun. Dijumpai langsung, Jumat (24/4/2026).
“Kami melihat banyak perbaikan signifikan pada pasien, bahkan dari data before-after yang kami miliki, hasil pengobatan cukup efektif,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Shelly menjelaskan bahwa jerawat tidak muncul tanpa sebab. Ada empat faktor utama yang memicu timbulnya jerawat, yaitu:
1. Bakteri
Jerawat dipicu oleh bakteri Cutibacterium acnes (sebelumnya dikenal sebagai Propionibacterium acnes), yang berkembang di kulit.
2. Produksi Minyak Berlebih (Sebum)
Kelenjar minyak yang terlalu aktif dapat menyumbat pori-pori dan memicu peradangan.
3. Penumpukan Sel Kulit Mati (Hiperkeratinisasi)
Sel kulit yang menumpuk menyebabkan penyumbatan dan memicu terbentuknya jerawat.
4. Inflamasi atau Peradangan
Reaksi alami tubuh terhadap infeksi atau iritasi yang memperparah kondisi kulit.
“Karena itu, pengobatan jerawat tidak cukup hanya membunuh bakteri, tetapi juga harus mengurangi peradangan dan mencegah penyumbatan pori,” jelasnya.
Selain faktor biologis, jerawat juga dipengaruhi oleh gaya hidup, terutama pola makan. Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti minuman manis, cokelat, hingga boba dapat memicu lonjakan gula darah yang berdampak pada produksi minyak berlebih.
Tak hanya itu, konsumsi makanan berminyak dan penggunaan kosmetik yang tidak cocok juga bisa memperburuk kondisi jerawat.
“Kosmetik tertentu bisa menyumbat pori-pori, sehingga bagi pasien berjerawat sebaiknya lebih selektif atau bahkan menghindarinya sementara waktu,” imbuh dr. Shelly.
Faktor hormon juga menjadi penyebab utama, terutama pada wanita. Perubahan hormon sejak masa menstruasi hingga usia dewasa membuat wanita lebih rentan mengalami jerawat.
Kenali tingkatan jerawat. Jerawat terbagi dalam tiga kategori yaitu Jerawat Ringan, Komedo dan sedikit benjolan kecil; Jerawat Sedang, Peradangan lebih banyak dan mulai terasa nyeri; dan Jerawat Berat, Muncul kista besar yang bisa menimbulkan bekas luka.
Untuk kasus sedang hingga berat, penanganan tidak cukup hanya dengan perawatan wajah (facial), tetapi memerlukan obat minum hingga terapi medis seperti suntikan.
Selain jerawat, Heritage Medical juga menangani banyak kasus kutil, termasuk kutil kelamin yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Penanganan umumnya dilakukan dengan metode laser untuk menghilangkan kutil secara cepat.
Namun demikian, dr. Shelly mengingatkan bahwa virus penyebab kutil bisa bersifat dorman, sehingga memungkinkan kutil tumbuh kembali. “Karena itu, selain tindakan laser, perlu terapi lanjutan dan bahkan vaksinasi,” jelasnya.
Tak hanya penyakit kulit, kasus campak juga masih ditemukan. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan menular melalui udara. Pencegahan paling efektif adalah melalui vaksinasi, seperti vaksin Measles Rubella (MR) dan Measles Mumps Rubella (MMR).
“Walaupun sudah divaksin, risiko tetap ada, tetapi jauh lebih ringan dibandingkan yang belum divaksin,” kata dr. Shelly.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Shelly menekankan pentingnya edukasi sejak dini, khususnya bagi remaja putri. Ia menyarankan beberapa langkah sederhana:
• Menjaga pola makan sehat dan seimbang.
• Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
• Rutin berolahraga untuk menekan hormon stres.
• Cukup istirahat dan minum air putih.
• Menghindari kebiasaan begadang.
Dengan pendekatan medis yang tepat dan gaya hidup sehat, masalah kulit seperti jerawat dapat dikendalikan bahkan dicegah.
Heritage Medical sendiri terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan kulit yang lengkap dengan harga terjangkau dan pendampingan pasien secara menyeluruh.











