JAKARTA, Radarjakarta.id – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang seharusnya menjadi panggung konsolidasi pengusaha muda nasional mendadak diguncang kabar mengejutkan. Menjelang pembukaan Munas di Lampung, beredar informasi bahwa lebih dari 20 orang yang disebut-sebut merupakan rombongan salah satu calon ketua umum (Caketum) HIPMI diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.
Informasi yang pertama kali mencuat dari sejumlah media nasional dan daerah menyebutkan, rombongan tersebut baru tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan dari Bangkok, Thailand. Dari puluhan orang yang diamankan, sebagian dikabarkan merupakan pengurus HIPMI daerah dan bahkan disebut terdapat sosok caketum yang tengah bertarung dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029. Namun hingga kini identitas pihak yang dimaksud belum terungkap secara resmi.
Kabar ini langsung menjadi sorotan karena muncul hanya beberapa jam sebelum Munas XVIII HIPMI dibuka di Hotel Novotel Lampung. Apalagi, forum tersebut dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan menjadi ajang perebutan kursi pimpinan organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia.
Berdasarkan laporan yang beredar, sekitar 10 orang masih menjalani pemeriksaan intensif oleh BNN, sementara sebagian lainnya telah dipulangkan. Meski demikian, hingga Selasa malam, pihak BNN belum memberikan keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah kabar tersebut. Kabiro Humas BNN yang dikonfirmasi sejumlah media juga mengaku belum memperoleh informasi lengkap mengenai dugaan penangkapan tersebut.
Kasus ini menambah panas dinamika Munas HIPMI yang sebelumnya telah diwarnai polemik penunjukan Lampung sebagai tuan rumah, aksi walk out tiga calon ketua umum saat debat kandidat, hingga persaingan ketat antarpendukung kandidat. Situasi tersebut membuat publik mempertanyakan apakah isu yang beredar murni proses hukum atau bagian dari suhu politik organisasi yang sedang memanas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari keempat calon ketua umum HIPMI maupun panitia Munas terkait kabar tersebut. Karena itu, seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan rombongan salah satu caketum masih berstatus informasi yang beredar dan menunggu klarifikasi resmi dari BNN serta pihak-pihak terkait. Jika terbukti benar, kasus ini berpotensi menjadi salah satu skandal terbesar yang pernah membayangi perjalanan Munas HIPMI. ***











