Serangan Udara Israel Tewaskan 7 Warga Lebanon, Gencatan Senjata Terancam

banner 468x60

TYRE, LEBANON, Radarjakarta.id  – Serangan udara militer Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon selatan meski kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah masih berlaku. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka setelah sejumlah titik di Kota Tyre dan sekitarnya menjadi sasaran bombardir pada Jumat (5/6/2026).

Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, salah satu serangan menghantam area di dekat Rumah Sakit Jabal Amel dan menyebabkan kerusakan ringan pada fasilitas kesehatan tersebut. Dalam insiden itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Serangan terpisah yang menyasar kawasan permukiman di wilayah yang sama juga menewaskan tiga orang dan melukai lima warga lainnya, termasuk dua anak-anak.

Di tengah meningkatnya ketegangan, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di sembilan kota dan desa di Lebanon selatan. Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan banyak warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari lokasi yang lebih aman menyusul ancaman serangan lanjutan.

Eskalasi terbaru ini menjadi bagian dari konflik yang terus membara di kawasan Timur Tengah. Lebanon kembali terseret dalam pusaran konflik setelah Hizbullah melancarkan serangan terhadap Israel pada 2 Maret lalu. Sejak saat itu, bentrokan dan serangan lintas perbatasan terus terjadi, menyulitkan berbagai upaya diplomatik untuk menghentikan pertempuran.

Pekan ini, mediator dari Lebanon dan Israel mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bersyarat yang mewajibkan Hizbullah menghentikan serangan serta mundur dari wilayah dekat perbatasan. Sebagai bagian dari skema tersebut, tentara reguler Lebanon direncanakan ditempatkan di sejumlah zona percontohan guna menjaga stabilitas keamanan.

Namun, Hizbullah menolak proposal tersebut dan tetap menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Lebanon. Penolakan itu membuat implementasi kesepakatan gencatan senjata menghadapi ketidakpastian.

Kota Tyre yang menjadi sasaran serangan terbaru diketahui merupakan salah satu basis pengaruh Hizbullah di Lebanon selatan. Sejak konflik kembali memanas, ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara jumlah korban jiwa terus meningkat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon per 4 Juni 2026, sedikitnya 3.526 orang telah tewas akibat rangkaian serangan dan pertempuran yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.