LONDON, Radarjakarta.id – Dunia musik internasional diguncang kabar tragis. Talay Riley, penulis lagu Grammy-winning yang dikenal lewat karya untuk Dua Lipa, Britney Spears, hingga H.E.R., ditemukan tewas setelah menjadi korban penikaman brutal di kawasan Silvertown, London Timur.
Kabar kematian pria berusia 35 tahun ini langsung menjadi sorotan global setelah dikonfirmasi oleh sejumlah media internasional seperti The Guardian, Page Six, People, Entertainment Weekly, Digital Music News, hingga BMI News, yang menyebut kasus ini sebagai salah satu tragedi paling mengejutkan di industri musik tahun ini.
Menurut laporan kepolisian Metropolitan Police, Talay Riley—yang memiliki nama asli Mark Orabiyi—ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di sebuah taman rumah warga pada Jumat pagi waktu setempat. Meski petugas medis telah datang, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah menahan tiga orang terkait dugaan pembunuhan tersebut. Namun, hingga kini motif penyerangan masih belum diungkap secara resmi dan masih dalam tahap penyelidikan intensif.
Talay Riley bukan nama sembarangan. Ia dikenal sebagai salah satu penulis lagu paling berpengaruh di industri musik pop modern. Karyanya tercatat dalam lagu-lagu besar milik:
Dua Lipa
Britney Spears
Jessie J
Usher
H.E.R.
Khalid
Ia juga disebut berkontribusi dalam lagu hits seperti “Young Dumb & Broke” dan album peraih Grammy milik H.E.R.
Sejumlah artis dunia seperti Stormzy, Khalid, Craig David, hingga anggota industri musik lainnya menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Riley yang dinilai sebagai “kehilangan besar bagi musik global”.
Keluarga korban juga mengeluarkan pernyataan emosional, menyebut Talay sebagai sosok “penuh cinta, rendah hati, dan sangat berbakat”
Pihak kepolisian London masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik penikaman yang menewaskan salah satu penulis lagu paling berpengaruh di dunia tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian global dan memicu perdebatan luas tentang keamanan figur publik di Inggris.***











