JAKARTA, Radarjakarta.id – Ed Sheeran kembali membuktikan dirinya belum tergoyahkan di industri musik dunia. Penyanyi asal Inggris itu resmi dinobatkan sebagai artis paling banyak diputar di Inggris sepanjang 2025 setelah mendominasi radio, televisi, hingga berbagai ruang publik. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa, karena Sheeran sukses mempertahankan status tersebut untuk kedelapan kalinya dalam 11 tahun terakhir.
Data terbaru dari lembaga lisensi musik Inggris, PPL (Phonographic Performance Limited), menunjukkan lagu-lagu Ed Sheeran diputar rata-rata 574 kali setiap hari atau hampir 24 kali dalam satu jam. Angka fantastis itu membuat namanya kembali melesat di atas rival-rival besar dunia musik seperti Taylor Swift dan Dua Lipa yang harus puas berada di posisi kedua dan ketiga.
Fenomena ini langsung memicu perbincangan panas di media sosial. Banyak penggemar menyebut Ed Sheeran sebagai “mesin hit tak terkalahkan” karena konsisten mendominasi chart selama lebih dari satu dekade. Bahkan dua lagunya, Sapphire dan Azizam, juga berhasil masuk daftar 10 lagu paling banyak diputar tahun ini.
Dalam pernyataannya, Ed Sheeran mengaku terharu atas dukungan publik yang terus mengalir selama 15 tahun karier musiknya. “Saya sangat bersyukur musik saya masih terus diputar di radio, televisi, dan berbagai venue di Inggris. Dukungan para penggemar benar-benar berarti besar bagi saya,” ujar Sheeran.
Tak hanya Ed Sheeran, industri musik Inggris tahun ini juga diramaikan kemunculan nama-nama baru yang langsung mencuri perhatian. Penyanyi muda Myles Smith sukses merebut posisi lagu paling banyak diputar lewat single Nice To Meet You. Lagu tersebut bahkan mengalahkan sederet hits global lainnya dan membuat Smith disebut sebagai “bintang baru paling bersinar” di Inggris tahun ini.
Daftar artis paling banyak diputar sepanjang 2025 turut diisi nama besar seperti Calvin Harris, David Guetta, Coldplay, Elton John, Ariana Grande, Sabrina Carpenter, hingga Lady Gaga. Sementara di kategori lagu, persaingan semakin panas dengan hadirnya Messy milik Lola Young, Ordinary dari Alex Warren, hingga kolaborasi sensasional Rose dan Bruno Mars lewat APT. Dominasi Ed Sheeran kali ini mempertegas satu hal: di tengah gempuran musisi baru dan tren musik yang terus berubah, takhta raja musik Inggris masih sulit direbut.***











