Prabowo Sindir ‘Tamu Tak Tahu Diri’: Datang Berdagang, Ujungnya Merampok

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap pihak-pihak asing yang dinilai memanfaatkan keterbukaan Indonesia demi meraup keuntungan dari kekayaan nasional. Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7), Prabowo menyebut ada “tamu tak tahu diri” yang datang dengan alasan ingin berdagang, namun pada akhirnya justru merugikan Indonesia.

Di hadapan ribuan peserta, Prabowo menegaskan bahwa masyarakat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan menghormati tamu. Namun menurutnya, keramahan tersebut tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak luar yang memiliki kepentingan tersembunyi. “Kita suka dengan tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu tidak tahu diri. Sudah tidak diundang, datang ke sini, katanya mau dagang, lama-lama ngerampok,” ujar Presiden yang disambut tepuk tangan hadirin.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Prabowo tidak menyebut negara maupun pihak tertentu yang dimaksud. Meski demikian, pernyataan tersebut dipandang sebagai penegasan sikap pemerintah agar hubungan perdagangan dan investasi internasional tetap berjalan dengan prinsip saling menghormati serta tidak mengorbankan kepentingan nasional. Ia menilai Indonesia harus semakin cerdas dalam menjaga kekayaan alam dan sumber daya strategis agar manfaatnya dirasakan sebesar-besarnya oleh rakyat.

Presiden juga mengaitkan pentingnya memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi benteng agar Indonesia tidak mudah dieksploitasi oleh kepentingan asing. Karena itu, penguatan koperasi, hilirisasi, dan pengelolaan sumber daya alam dinilai menjadi bagian dari strategi membangun ekonomi nasional yang lebih berdaulat.

Dalam pidato yang sama, Prabowo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh menghambat upaya bersama membangun Indonesia yang lebih maju, kuat, dan mandiri di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pernyataan mengenai “tamu tak tahu diri” menjadi salah satu bagian pidato yang paling banyak disorot media nasional maupun internasional. Sejumlah media menilai ucapan tersebut merupakan peringatan agar Indonesia tidak lagi menjadi objek eksploitasi ekonomi, melainkan tampil sebagai negara yang mampu melindungi kepentingan nasional di tengah meningkatnya investasi dan perdagangan global.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.