DEPOK, Radarjakarta.id – Dokter senior Dr Handrawan Nadesul mengingatkan masyarakat agar tidak selalu menjadikan obat sebagai pilihan pertama ketika mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, upaya menjaga dan memperbaiki gaya hidup perlu menjadi langkah awal sebelum menggunakan obat, terutama untuk mencegah berbagai penyakit.
Pesan tersebut disampaikan Dr Handrawan Nadesul dalam Dialog dan Edukasi Kesehatan Publik yang digelar Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok di Aula Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok. Ia menilai, pemahaman masyarakat mengenai pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan.
“Yang penting diketahui oleh semua orang, sakit apa pun, kalau bisa dimulai tanpa obat. Hampir semua kesalahan berawal dari cara pikir harus pakai obat,” ujar Handrawan.
Ia kemudian mengajak masyarakat memperhatikan gaya hidup, termasuk menjaga berat badan tetap ideal. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh.
“Pastikan dan periksa dulu gaya hidupnya. Berat badan kita ideal atau tidak? Cara menghitungnya, berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan kuadrat dalam meter. Pertahankan BMI antara 18 sampai 25,” jelasnya.
Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 60 kilogram dan tinggi badan 160 sentimeter atau 1,6 meter memiliki BMI sekitar 23,4. Perhitungannya, tinggi badan dikuadratkan menjadi 2,56, kemudian 60 dibagi 2,56 sehingga menghasilkan angka 23,4.
Handrawan juga menekankan pentingnya mengontrol tekanan darah dan gula darah. Salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan masyarakat secara sederhana adalah brisk walking atau jalan kaki dengan tempo cepat. Menurutnya, olahraga tersebut dapat membantu menjaga kebugaran, fungsi jantung dan paru-paru, serta mendukung pengendalian berat badan.
“Dengan kecepatan sekitar empat sampai enam kilometer per jam atau sekitar 100 langkah per menit, napas terasa sedikit lebih cepat dan detak jantung meningkat. Namun, kita masih bisa berbicara dengan nyaman tanpa terengah-engah,” katanya.
Ia menyarankan brisk walking dilakukan selama 20 hingga 30 menit per hari atau sekitar 150 menit dalam sepekan. Aktivitas ini relatif mudah dilakukan dan dapat menjadi pilihan olahraga bagi masyarakat yang baru mulai beraktivitas fisik.
“Brisk walking akan menjaga dan memperkuat fungsi jantung serta melancarkan sirkulasi darah. Kontrol berat badan juga terjadi karena membakar kalori lebih banyak dibandingkan jalan santai biasa,” jelasnya.
Menurut Handrawan, brisk walking juga memiliki risiko cedera yang relatif rendah sehingga dapat menjadi pilihan bagi pemula, lansia, maupun orang dengan berat badan berlebih. Meski demikian, kondisi kesehatan dan kemampuan fisik setiap orang perlu menjadi pertimbangan sebelum meningkatkan intensitas olahraga.
Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dr Devi Mayori menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
“Sekarang saatnya semua orang memastikan pola hidup sehat. Kalau sakit, pelayanan kesehatan ada di mana-mana, baik pemerintah maupun swasta. Pembiayaan ditanggung BPJS dan pemerintah. Jadi, hidup sehat adalah kewajiban semua orang,” tegasnya.
Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, mendukung kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan DKR. Edukasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai persoalan kesehatan.
“Kegiatan edukasi kesehatan seperti ini sangat penting dan harus dilakukan rutin dengan berbagai tema kesehatan yang penting diketahui masyarakat. Kami siap bekerja sama dengan DKR untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” ujarnya.
Ketua DKR Kota Depok Roy Pangharapan mengatakan edukasi kesehatan akan terus dilakukan secara rutin. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi kesehatan yang mudah dipahami, termasuk mengenai pola hidup sehat yang dapat diterapkan dengan biaya terjangkau.
“Penting sekali dialog dan edukasi kesehatan agar masyarakat tahu bagaimana pola hidup sehat dengan murah. Selain mendapatkan informasi kesehatan dari pemerintah dan para ahli,” kata Roy.
Selain dialog kesehatan, DKR Kota Depok juga menggelar senam dan jalan santai bersama masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026.
“Hari ini kami menggelar puncak acara Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026. Sebelumnya, pada 9 September, kami memperingatinya dengan berbagai kegiatan olahraga seperti senam dan jalan santai,” ujar Roy.|Aji*











