Jangan Berlebihan, Ini Manfaat dan Risiko Buah Anggur

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Selasa, 22 September 2026 — Buah anggur menjadi salah satu pilihan camilan yang praktis karena memiliki rasa manis, kandungan air tinggi, serta sejumlah vitamin, mineral, serat dan senyawa tumbuhan. Konsumsi anggur dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, terutama jika dikonsumsi sebagai buah utuh. Harvard Health menyebut anggur mengandung serat, vitamin C, vitamin K dan berbagai fitokimia yang memiliki aktivitas antioksidan.

Dari sisi nutrisi, anggur juga mengandung kalium serta berbagai senyawa polifenol, termasuk resveratrol dan flavonoid. Data USDA mencatat 100 gram anggur segar mengandung sekitar 69 kalori dan sekitar 191 miligram kalium. Kandungan tersebut membuat anggur dapat menjadi pilihan makanan ringan yang relatif rendah kalori sekaligus memberikan sejumlah zat gizi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Manfaat lainnya berkaitan dengan kandungan antioksidan. Senyawa polifenol dalam anggur telah banyak diteliti karena potensinya dalam membantu melindungi sel dari proses oksidatif. Namun, temuan mengenai senyawa tertentu seperti resveratrol tidak dapat langsung diartikan bahwa makan anggur dapat mencegah atau mengobati penyakit tertentu. Bukti manfaat pada manusia masih bergantung pada jenis penelitian, jumlah konsumsi dan kondisi masing-masing orang.

Anggur juga berbeda dengan jus anggur. Buah utuh menyediakan serat, sedangkan jus umumnya kehilangan sebagian serat dan dapat membuat seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah lebih besar dalam satu waktu. Karena itu, untuk memperoleh manfaat dari buah sekaligus membantu mengendalikan asupan gula, buah utuh lebih tepat dijadikan pilihan dibandingkan minuman buah yang ditambah gula.

Meski memiliki manfaat, konsumsi anggur secara berlebihan tetap perlu dihindari. Kandungan gula alami dalam buah perlu diperhitungkan, khususnya oleh orang yang sedang mengatur asupan karbohidrat atau gula darah. Selain itu, orang yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang menggunakan obat rutin sebaiknya memperhatikan kemungkinan interaksi. WebMD mencatat ekstrak anggur dan beberapa produk berbasis anggur dapat berinteraksi dengan obat tertentu, termasuk obat yang memengaruhi pembekuan darah.

Cara mengonsumsi anggur yang lebih aman adalah memilih buah segar, mencucinya dengan baik sebelum dimakan, memperhatikan porsinya dan menjadikannya bagian dari pola makan yang beragam. Anggur bukan pengganti obat dan tidak seharusnya digunakan untuk mengobati penyakit tanpa arahan tenaga kesehatan. Bagi orang yang mempunyai penyakit tertentu atau mengonsumsi obat secara rutin, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan jumlah yang sesuai.

Dengan kandungan vitamin, mineral, air, serat dan fitokimia, anggur dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bila dikonsumsi secara seimbang. Kuncinya bukan sekadar memilih buah yang dianggap sehat, tetapi memperhatikan jumlah konsumsi, bentuk olahan dan kondisi kesehatan setiap orang.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.