MEDAN, Radarjakarta.id — RSUD Dr Pirngadi Medan meningkatkan kewaspadaan menghadapi Influenza A dan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya. Hingga Selasa, 29 September 2026, rumah sakit tersebut menyatakan belum ada pasien rawat inap yang dinyatakan sebagai kasus Influenza A terkonfirmasi berdasarkan pemeriksaan spesifik.
Kesiapsiagaan dilakukan di RSUD Dr Pirngadi, Jalan Prof. H.M. Yamin, SH No. 47, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah dan Dinas Kesehatan, termasuk surat Dinkes Kota Medan Nomor 400.7.8/34393 tertanggal 28 September 2026 tentang kesiapsiagaan Influenza A.
Kepala Tim Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan, Ester br Pinem, mengatakan rumah sakit memperkuat skrining pasien, terutama mereka yang mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius atau batuk dengan durasi gejala tidak lebih dari 10 hari dan membutuhkan perawatan inap. Surveilans terhadap Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA dan pneumonia juga diperkuat.
“RS Pirngadi Medan telah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap Influenza A serta penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya,” kata Ester dalam keterangan resmi, Selasa, 29 September 2026.
RSUD Pirngadi juga menyiapkan fasilitas ruang isolasi sesuai indikasi medis dan menjalankan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Penempatan pasien dilakukan berdasarkan kondisi klinis, risiko penularan, hasil asesmen medis, serta pertimbangan pengendalian infeksi.
Kewaspadaan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya temuan Influenza A di Kota Medan. Dinkes Medan mencatat 18 kasus influenza sepanjang Januari hingga pertengahan September 2026, terdiri dari 15 kasus Influenza A dan tiga Influenza B. Data itu berasal dari pemantauan Dinkes Medan, sehingga tidak dapat disamakan dengan status pasien rawat inap di RSUD Pirngadi.
RSUD Pirngadi mengimbau masyarakat tetap tenang, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menjaga etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk atau pilek. Masyarakat juga diminta tidak menyimpulkan seseorang terkena Influenza A hanya berdasarkan gejala karena diagnosis memerlukan pemeriksaan klinis dan penunjang sesuai indikasi.|Surya Hidayat*











