Selain itu, Sandri mengusulkan perubahan status Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menjadi Badan Lalu Lintas Polri. Menurutnya, perubahan tersebut dapat memperluas fokus kerja sehingga tidak hanya berkaitan dengan lalu lintas darat, tetapi juga mencakup transportasi udara dan laut.
“Selain itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) diubah menjadi Badan Lalu Lintas Polri sehingga fokus kinerjanya bukan hanya pada lalu lintas darat, namun juga udara hingga laut,” katanya.
Tidak hanya itu, Sandri menilai sejumlah satuan pendidikan dan layanan pendukung di lingkungan Polri perlu mendapatkan penguatan dalam struktur kepemimpinan.
Ia mengusulkan agar Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) dan Sekolah Bahasa (Sebasa) dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal atau jenderal bintang satu.
Menurut Sandri, lingkup kerja kedua institusi tersebut sudah cukup besar dan strategis sehingga membutuhkan kepemimpinan dengan kewenangan yang lebih kuat.
Usulan serupa juga disampaikan terhadap Sekretariat Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Setum) Polri serta Pelayanan Markas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Yanma) Polri. Sandri menilai kedua unsur tersebut juga layak dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat jenderal bintang satu.
Ia berharap pembenahan struktur kelembagaan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kinerja Polri sehingga setiap satuan kerja memiliki kewenangan dan struktur yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.











