Polisi Bongkar Peran Mantan Artis dalam Penipuan Kripto Lintas Negara

banner 468x60

SOLO, Radarjakarta.id  – Pengungkapan kasus penipuan internasional bermodus pig butchering oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah membuka fakta mengejutkan. Di antara puluhan tersangka yang diamankan, terdapat seorang perempuan berinisial F yang disebut merupakan mantan artis dan diduga memiliki peran penting dalam operasi penipuan lintas negara tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dipaparkan Ditressiber Polda Jateng, sindikat ini tidak hanya mengandalkan identitas palsu dan foto-foto perempuan menarik untuk menjaring korban. Jaringan tersebut juga diduga menggunakan sosok nyata sebagai “penguat kepercayaan” ketika calon korban mulai meragukan identitas pelaku.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, menjelaskan bahwa kelompok pelaku membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial, aplikasi pertemanan, hingga percakapan intensif yang berlangsung dalam waktu lama. Setelah korban merasa dekat dan percaya, pelaku kemudian mengarahkan mereka untuk menanamkan dana pada investasi kripto yang ternyata fiktif.

Dalam skema tersebut, peran F disebut berbeda dari para pelaku yang bertugas melakukan pendekatan awal. Para operator atau marketing lebih dulu menyamar sebagai perempuan untuk menjalin komunikasi dengan target, yang mayoritas merupakan warga negara Amerika Serikat. Ketika korban meminta pembuktian identitas melalui panggilan video, barulah sosok model asli ditampilkan.

Menurut polisi, F diduga berfungsi sebagai figur yang tampil dalam komunikasi video guna memperkuat keyakinan korban bahwa orang yang mereka ajak berinteraksi selama ini benar-benar nyata. Kehadiran model dalam video call disebut menjadi salah satu strategi untuk memperdalam kedekatan emosional sekaligus menghilangkan kecurigaan korban.

“Ketika korban membutuhkan keyakinan lebih lanjut, yang tampil bukan operator komunikasi, melainkan model yang memang disiapkan untuk melakukan video call,” ungkap Himawan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah.

Polisi menyatakan F telah diamankan bersama puluhan tersangka lain dalam pengungkapan kasus tersebut. Namun hingga kini penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan mantan artis tersebut, termasuk apakah yang bersangkutan mengetahui keseluruhan aktivitas kriminal yang dijalankan jaringan tersebut atau hanya menjalankan tugas tertentu dalam struktur organisasi sindikat.

Kasus ini merupakan bagian dari pengungkapan jaringan pig butchering internasional yang beroperasi di wilayah Sukoharjo dan Surakarta. Sedikitnya 39 orang tersangka, terdiri dari warga negara Indonesia dan sejumlah warga negara asing, telah diamankan.

Modus pig butchering sendiri dikenal sebagai salah satu bentuk penipuan siber yang berkembang di berbagai negara. Pelaku biasanya membangun hubungan personal dengan korban dalam jangka waktu tertentu sebelum mengarahkan mereka ke investasi palsu dengan iming-iming keuntungan besar. Setelah dana korban terkumpul dalam jumlah signifikan, pelaku menghilang dan akses investasi ditutup.

Sejumlah media nasional juga melaporkan pengungkapan kasus ini dan menyoroti adanya mantan artis yang diduga berperan sebagai model video call dalam jaringan tersebut. Namun hingga saat ini aparat kepolisian belum mengungkap identitas lengkap F kepada publik karena proses penyidikan masih berlangsung.

Polda Jawa Tengah menegaskan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan, aliran dana, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam operasi penipuan internasional tersebut.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.