MEDAN, Radarjakarta.id – Peristiwa tragis menggemparkan Kota Medan setelah seorang pria diduga membakar ayah kandungnya sendiri hingga mengalami luka bakar serius. Kepolisian menyebut pelaku diduga mengalami tekanan psikologis akibat masalah rumah tangga, termasuk setelah istrinya menikah lagi. Kasus tersebut kini masih didalami penyidik untuk mengungkap motif dan kondisi kejiwaan pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah media lokal dan nasional, insiden bermula saat terjadi cekcok antara pelaku dan korban di rumah mereka. Dalam kondisi emosi, pelaku diduga menyiramkan bahan bakar ke tubuh ayahnya sebelum menyalakan api. Warga yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan, memadamkan kobaran api, menyelamatkan korban, sekaligus mengamankan pelaku sebelum diserahkan kepada aparat kepolisian.
Polisi mengungkapkan pelaku diduga mengalami stres berat setelah ditinggal sang istri yang kemudian menikah dengan pria lain. Selain faktor persoalan keluarga, penyidik juga masih menyelidiki kemungkinan adanya faktor lain yang memicu tindakan brutal tersebut. Seluruh keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan terhadap pelaku menjadi bagian dari proses penyidikan.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka bakar yang dideritanya. Sementara itu, pelaku yang sempat menjadi sasaran amarah warga berhasil diamankan polisi guna menghindari aksi main hakim sendiri. Aparat menegaskan proses hukum akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena melibatkan kekerasan dalam lingkup keluarga. Sejumlah pengamat menilai konflik rumah tangga yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi tindak kriminal serius, sehingga penyelesaian persoalan keluarga melalui jalur hukum maupun pendampingan psikologis dinilai penting untuk mencegah tragedi serupa.|Doel*











