DEPOK, Radarjakarta.id – Aksi penjambretan terhadap seorang mahasiswi di kawasan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian setelah rekaman videonya beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 11.22 WIB di Jalan Haji Amat. Korban terjatuh ketika berusaha mempertahankan tasnya yang ditarik pelaku.
Berdasarkan pemberitaan yang mengutip keterangan kepolisian, korban berinisial SFA (22) sedang berjalan kaki menuju kampus ketika seorang pengendara sepeda motor mendekatinya dari belakang. Pelaku kemudian diduga menarik tas yang berada di bahu kanan korban. Tarikan itu membuat korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke permukaan jalan.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka lecet. Sejumlah barang di dalam tasnya turut hilang, antara lain tablet Samsung Galaxy Tab S9 FE yang ditaksir senilai Rp13 juta, peralatan tata rias, dan buku kuliah. Sejumlah laporan menyebut wajah korban membentur aspal saat terjatuh.
Kapolsek Beji Kompol Antonius menyatakan korban telah dimintai keterangan dan mendapatkan penanganan medis. Dalam keterangan yang dikutip detikNews pada Senin (26/10/2026), korban mengalami luka lecet pada bagian siku. Polisi juga menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Penyidik turut menelusuri sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut. Berdasarkan penelusuran awal, kendaraan itu diketahui milik orang lain dan diduga telah digadaikan. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan, sehingga identitas pelaku dan keterkaitannya dengan kendaraan tersebut belum dapat dipastikan secara terbuka.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berjalan kaki di ruang publik. Masyarakat disarankan menyimpan barang berharga secara aman dan menghindari perlawanan fisik ketika menghadapi penjambretan, karena tindakan mempertahankan barang dapat meningkatkan risiko cedera. Jika menjadi korban, utamakan keselamatan, cari pertolongan, dan segera laporkan kejadian kepada kepolisian.
Hingga berita ini disusun pada Senin (26/10/2026), polisi masih memburu pelaku. Perkembangan pengungkapan kasus ini perlu menunggu keterangan resmi berikutnya dari kepolisian. Informasi mengenai kronologi dan kerugian korban dalam berita ini merujuk pada pemberitaan media yang mengutip keterangan aparat, bukan hasil pemeriksaan langsung oleh redaksi.***











