MAKKAH, Radarjakarta.id — Jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai bergerak menuju Padang Arafah untuk menjalani wukuf, puncak ibadah haji 1447 Hijriah yang menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Pergerakan jemaah berlangsung bertahap dari hotel-hotel di Makkah menuju kawasan Arafah dengan pengawalan ketat otoritas Arab Saudi dan petugas haji dari masing-masing negara.
Pemerintah Arab Saudi menyiapkan ribuan armada bus, layanan kesehatan, hingga pengamanan ekstra guna mengantisipasi lonjakan jemaah di kawasan Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Cuaca panas yang mencapai lebih dari 45 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah, terutama lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi.
Kementerian Agama RI memastikan seluruh jemaah Indonesia dalam kondisi siap mengikuti puncak ibadah haji. Petugas haji juga terus mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan, memperbanyak konsumsi air, serta tidak memisahkan diri dari rombongan selama proses pergerakan menuju Arafah berlangsung.
Suasana haru tampak menyelimuti perjalanan para jemaah. Lantunan talbiyah menggema di sepanjang jalur menuju Arafah, sementara ribuan jemaah terlihat khusyuk mempersiapkan diri menghadapi wukuf yang diyakini sebagai momentum paling sakral dalam ibadah haji.
Selain pengamanan dan transportasi, layanan kesehatan menjadi perhatian utama menyusul tingginya suhu di Makkah. Tim medis Indonesia disiagakan di sejumlah titik untuk membantu jemaah yang mengalami kelelahan, dehidrasi, maupun gangguan kesehatan lainnya selama menjalani fase puncak haji.
Usai menjalani wukuf di Arafah, para jemaah dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina untuk menjalani mabit serta lempar jumrah hingga Hari Tasyrik. Rangkaian ibadah ini menjadi penutup perjalanan spiritual jutaan umat Muslim dari seluruh penjuru dunia di Tanah Suci.***










