Radarjakarta.id – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali mengguncang publik. Kali ini, sosok yang dikenal vokal itu melontarkan kritik pedas terhadap Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI. Dalam video yang viral di media sosial, Hotman secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi bahkan membubarkan kementerian tersebut karena dianggap tidak memberikan dampak nyata bagi rakyat.
Pernyataan keras itu langsung memicu perdebatan panas di jagat maya. Hotman menilai anggaran besar yang digelontorkan untuk Kementerian HAM belum sebanding dengan hasil yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus-kasus yang menyentuh keadilan rakyat kecil.
“Pak Presiden, lebih baik uang pajak rakyat dipakai untuk kesejahteraan masyarakat. Jangan habis untuk lembaga yang tidak terasa manfaatnya,” tegas Hotman dalam video yang beredar luas, Senin (25/5/2026).
Tak sekadar melontarkan kritik, Hotman mengklaim dirinya justru turun langsung membantu masyarakat lewat tim hukum yang ia kirim ke berbagai daerah. Ia menyebut telah menerjunkan sepuluh pengacara ke Mataram, Lombok, guna membela seorang pemuda miskin yang dituduh membunuh kekasihnya tanpa bukti kuat maupun saksi yang jelas.
Selain itu, tim hukum Hotman juga disebut mendampingi kasus dugaan pencabulan yang menyeret oknum pimpinan pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah. Menurutnya, masih banyak persoalan kemanusiaan dan dugaan pelanggaran hak warga yang membutuhkan perhatian serius negara, namun belum tertangani maksimal.
Tak berhenti di situ, Hotman juga menyinggung langsung Menteri HAM Natalius Pigai. Ia menilai kementerian tersebut lebih banyak tampil dalam pernyataan publik dibanding menunjukkan kerja konkret di lapangan. Bahkan, Hotman secara terbuka meminta Presiden Prabowo mengganti menteri terkait dan mendesak agar pejabat tersebut mundur dari jabatannya.
Meski bernada tajam, Hotman menegaskan kritiknya bukan bermuatan politik ataupun mencari perhatian penguasa. Ia mengaku tidak membutuhkan kedekatan politik karena telah memiliki banyak klien dan aktivitas hukum yang padat. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian HAM maupun Menteri HAM Natalius Pigai belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik keras yang dilontarkan Hotman Paris.***











