DEPOK, Radarjakarta.id – Menjelang pelaksnaan Pemilu 2029, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Jawa Barat melakukan konsolidasi, salah satunya dengan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP Kecamatan Cimanggis.
Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM mengatakan, Musancab perdana di Kecamatan Cimanggis menjadi titik tolak pembenahan organisasi sekaligus penguatan mesin politik hingga tingkat akar rumput.
Menurutnya, Musancab menjadi tahapan strategis untuk membentuk kepengurusan baru di tingkat kecamatan, memperkuat kaderisasi, dan memastikan roda organisasi berjalan efektif.
“Bagi kami PPP, kekuatan partai tidak hanya ditentukan saat masa kampanye, tetapi dibangun melalui struktur yang solid dan aktif bekerja sepanjang waktu,” kata Mazhab kepada Radarjakarta.id pada Jumat (10/7/2026) malam.
Dia menegaskan, Musancab merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang dilaksanakan setelah Muktamar, Musyawarah Wilayah (Muswil), dan Musyawarah Cabang (Muscab).
“Musancab adalah forum untuk memilih ketua, sekretaris, bendahara, beserta jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC). Setelah seluruh Musancab di 11 kecamatan selesai, hasilnya akan dikukuhkan dan disahkan oleh DPW PPP Jawa Barat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, PAC menjadi ujung tombak partai karena berperan membina kader, menjalankan program organisasi, serta membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Cimanggis dipilih sebagai lokasi Musancab pertama karena memiliki nilai historis bagi PPP. Kecamatan ini pernah menjadi basis kemenangan yang mengantarkan kader seperti H. Harun, Hj. Nunung, dan Hj. Istianti duduk di DPRD Kota Depok.
Namun, dalam dua periode terakhir, PPP kehilangan keterwakilan dari wilayah tersebut.
“Kita ingin mengambil kembali kursi yang pernah dimiliki PPP di Cimanggis. Itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ungkap Mazhab.
Tak hanya itu, rebut kembali basis suara di Cimanggis menjadi bagian dari strategi PPP untuk mencapai target enam kursi DPRD Kota Depok pada Pemilu mendatang.
Untuk mewujudkan target tersebut, PPP menyiapkan regenerasi kepengurusan dengan memberi ruang besar kepada generasi milenial dan Generasi Z. Sekitar 80 persen calon pengurus PAC berasal dari kalangan muda.
“Yang pertama kita lakukan adalah memunculkan generasi milenial dan Gen Z dalam kepengurusan,” katanya.
Meski membuka ruang bagi generasi muda, ia menegaskan regenerasi tidak boleh memutus mata rantai pengalaman kader senior.
“PPP memang identik sebagai partainya orang tua dan kalangan santri. Anak-anak muda harus kita rangkul, tetapi jangan sampai kita meninggalkan orang-orang tua. Kalau terlalu fokus kepada Gen Z sementara basis lama diabaikan, itu juga berbahaya,” tegas Mazhab.
Perpaduan kader senior, milenial, dan Gen Z merupakan fondasi untuk membangun organisasi yang adaptif sekaligus berakar kuat.
Karena itu, kepengurusan PAC juga akan melibatkan tokoh agama, pendidik, pengusaha, dan tokoh masyarakat agar partai semakin dekat dengan berbagai lapisan warga.
Ia juga menegaskan Musancab di Cimanggis merupakan agenda resmi organisasi yang memiliki legitimasi penuh di bawah kepemimpinan Ketua Umum PPP Mardiono dan Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum serta telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum.
Menutup sambutannya, Mazhab mengajak seluruh kader menjadikan Musancab sebagai momentum kebangkitan PPP Kota Depok.
“Musancab ini adalah langkah awal kita membangun organisasi. Mari kita lahirkan kader-kader terbaik, memperkuat kepengurusan di setiap kecamatan, dan bersama-sama mengembalikan kejayaan PPP di Kota Depok. Target kita enam kursi DPRD, dan itu hanya bisa dicapai jika seluruh kader bergerak bersama,” tutup Mazhab.











