Program Hemat Beras dan Telur Jadi Sorotan, Dorongan bagi Perbankan RI Bantu Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
SINGAPORE, Radarjakarta.id — Langkah DBS Bank menghadirkan program DBS Saturday Savings yang memberikan potongan harga
kebutuhan pokok berupa beras dan telur bagi nasabahnya mendapat perhatian luas. Program tersebut dinilai sebagai bentuk nyata keterlibatan sektor perbankan dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup yang terus meningkat.
Melalui program yang berlangsung mulai 18 Juli hingga 29 Agustus 2026, nasabah DBS dan POSB dapat memperoleh potongan harga sebesar 3 dolar Singapura untuk produk beras dan telur tertentu di supermarket Giant dan Sheng Siong. Setiap pekan tersedia sekitar 90 ribu kuota penukaran dengan sistem siapa cepat dia dapat.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen DBS Bank senilai 10 juta dolar Singapura untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Tidak hanya melalui layanan keuangan, bank tersebut turut mengambil peran dalam membantu mengurangi beban pengeluaran harian warga.
Kepala Grup Perbankan Konsumer DBS, Calvin Ong, menyampaikan bahwa program itu dibuat untuk memberikan manfaat praktis agar masyarakat dapat mengelola pengeluaran dengan lebih baik.
“Komitmen kami adalah memberikan manfaat nyata yang membantu masyarakat Singapura menghemat pengeluaran. Kami berharap penghematan ini membuat kebutuhan belanja sehari-hari menjadi lebih terjangkau,” ujarnya.
Langkah DBS tersebut memunculkan harapan agar industri perbankan di Indonesia dapat menghadirkan program serupa. Di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang, masyarakat Indonesia membutuhkan dukungan konkret, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan.
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, tekanan daya beli, serta meningkatnya biaya hidup membuat banyak keluarga harus melakukan penyesuaian pengeluaran. Kehadiran program bantuan berbasis konsumen dari sektor perbankan dinilai dapat menjadi salah satu solusi tambahan di luar kebijakan pemerintah.
Indonesia memiliki industri perbankan yang besar dengan jutaan nasabah di berbagai daerah. Dengan jumlah pengguna layanan perbankan yang luas, program seperti diskon kebutuhan pokok, cashback belanja harian, subsidi pangan, atau kerja sama dengan jaringan ritel nasional berpotensi memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Langkah DBS Singapura menjadi contoh bahwa perbankan tidak hanya berperan sebagai lembaga transaksi dan pembiayaan, tetapi juga dapat hadir sebagai mitra sosial ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Kini, publik berharap bank-bank di Indonesia dapat mengambil inisiatif serupa dengan menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat, sehingga manfaat industri keuangan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.***











