JAKARTA, Radarjakarta.id – Pengamat politik, Boni Hargens menyebut polarisasi politik dan perpecahan sosial yang terjadi belakangan ini menjadi ancaman terbesar bagi bangsa Indonesia. Ia menilai, diperlukan adanya konsolidasi untuk memperkuat persatuan nasional.
Demikian hal ini disampaikan Boni usai menjadi pembicara dalam dialog “Persatuan Nasional” yang digelar Indonesia Millennials Center (IMC) di kawasan Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.
“Persatuan nasional itu menjadi isu terbesar hari ini. Faksionalisasi, perpecahan di dalam masyarakat sipil, polarisasi politik, itu terjadi secara vulgar belakangan dan itu yang membuat situasi ini tidak menentu,” kata Boni.
Menurut dia, persatuan nasional saat ini menjadi hal penting di tengah kondisi sosial dan politik yang dinamis. Ia menegaskan masyarakat tetap memiliki hak untuk mengkritik pemerintah apabila terdapat kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.
Namun, kata dia, pemerintah juga harus lebih terbuka dalam mendengar aspirasi masyarakat dan cepat merespons berbagai persoalan yang muncul.
“Dan tadi saya katakan di dalam pemaparan, komunikasi dari kelompok PR pemerintah juga harus diperbaiki supaya ada keselarasan antara kehendak rakyat dan niat baik pemerintah,” ujarnya.
Dia pun menegaskan bahwa persatuan nasional bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya, melainkan harus dipilih dan dijaga bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia.
“Maka kita harus secara sadar untuk selalu memilih untuk bersatu sebagai sebuah Indonesia. Nah, di sinilah dasar untuk kita meyakini bahwa Indonesia akan selama-lamanya,” ujarnya.
Tak lupa juga, Boni turut menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya sebagai program strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.
Dia mengapresiasi pemerintah dalam melakukan penegakan hukum terhadap oknum yang diduga menyalahgunakan program tersebut.
“Sebetulnya kan niat pemerintah itu sangat baik di dalam banyak program, seperti MBG dan sebagainya. Tetapi ada pelaksanaan yang menurut masyarakat itu bermasalah, lalu mereka menyampaikan protes,” tuturnya.
“Dan langkah pemerintah sudah luar biasa melakukan penegakan hukum, menangkap beberapa oknum yang memang terlibat di dalam penyalahgunaan program MBG ini dan kita apresiasi itu,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur Indonesia Millennial Center (IMC), Yerikho Menurung menegaskan bahwa konsolidasi seluruh elemen masyarakat menjadi hal penting demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurut dia, semangat persatuan nasional juga perlu sejalan dengan nilai sila ketiga Pancasila yang harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita harus mengkonsolidasikan seluruh elemen masyarakat untuk persatuan nasional. Karena kita anggap untuk perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar itu, butuh yang namanya persatuan nasional,” tandasnya











