Astamaops serta Astamarena meningkatkan bobot manajemen operasi, perencanaan umum, anggaran dan reformasi organisasi dalam pengambilan keputusan Kapolri.
Semua penguatan tersebut tetap membutuhkan pengawasan. Fungsi siber tidak boleh bergeser menjadi instrumen untuk memburu kritik. Penguatan Brimob harus diikuti pengawasan penggunaan kekuatan dan pertanggungjawaban komando.
Peningkatan jabatan serta struktur perencanaan harus dibuktikan melalui operasi yang lebih terkendali dan anggaran yang lebih efektif, bukan hanya bertambahnya ruang jabatan perwira tinggi.
Dari seluruh perubahan tersebut, terlihat pola inovasi yang konsisten. Jenderal Listyo Sigit mengubah persoalan yang selama bertahun-tahun berada di pinggir organisasi menjadi fungsi khusus dengan pemimpin, struktur, personel dan rantai pertanggungjawaban yang jelas.
PPA dan PPO mengangkat perlindungan korban rentan. Kortastipidkor memperkuat pemberantasan korupsi serta pemulihan aset. Desk Ketenagakerjaan membawa pelayanan Polri ke wilayah yang langsung bersentuhan dengan kehidupan dan penghidupan jutaan pekerja.
Dittipid, Ditres dan Satres PPA-PPO merupakan inovasi yang paling transformatif bagi korban. Kortastipidkor menjadi inovasi yang paling kuat dari sisi struktur dan dasar hukum. Desk Ketenagakerjaan menjadi inovasi yang paling dekat dengan kebutuhan sosial, tetapi sekaligus paling membutuhkan perlindungan hukum agar tidak melemah akibat pergantian pimpinan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh struktur tersebut bekerja merata sampai daerah, mempunyai personel kompeten, didukung anggaran memadai dan membuka kinerjanya kepada publik.
Nilai terbesar inovasi Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak terletak pada penambahan direktorat, korps atau meja pelayanan semata. Nilainya terletak pada upaya mengubah Polri dari organisasi yang terlalu bergantung pada reaksi setelah kejahatan terjadi menjadi institusi yang semakin mampu melindungi korban, mencegah kejahatan, memulihkan kerugian dan menyelesaikan masalah masyarakat sejak pintu pengaduan pertama.
Apabila seluruh fondasi ini terus diperluas, dilembagakan dan dijaga oleh kepemimpinan Polri berikutnya, inovasi Jenderal Listyo Sigit akan menjadi standar baru yang menentukan arah pelayanan dan penegakan hukum Polri pada masa depan.











