TEHERAN, Radarjakarta.id — Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah televisi pemerintah Iran menayangkan video yang secara terbuka menargetkan Barron Trump, putra bungsu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tayangan tersebut bahkan menyebut adanya hadiah US$10 juta atau sekitar Rp177 miliar bagi pihak yang berhasil membunuh Barron.
Video berdurasi sekitar tiga menit itu disiarkan Channel 3 televisi pemerintah Iran dan dikaitkan dengan media yang berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Tayangan tersebut diberi judul yang secara harfiah berarti, “Di mana dan bagaimana kita harus membunuh Barron Trump?”
Dalam tayangan tersebut, media Iran mengklaim telah memantau pergerakan Barron, termasuk menampilkan gambaran mengenai lingkungan kampus dan sistem pengamanan yang disebut melindunginya. Namun, sejumlah klaim dalam video itu belum dapat diverifikasi secara independen. Euronews juga menegaskan bahwa klaim mengenai hadiah US$10 juta tersebut belum terkonfirmasi secara independen.
Ancaman tersebut dinilai sebagai eskalasi baru karena sasaran propaganda Iran tidak hanya Presiden Trump atau pejabat Amerika yang terlibat dalam kebijakan terhadap Teheran, tetapi kini merambah anggota keluarga presiden. Iran International menyebut tayangan itu sebagai ancaman yang sangat eksplisit terhadap keluarga dekat presiden AS.
Laporan tersebut juga muncul setelah sebelumnya media yang berafiliasi dengan IRGC menayangkan materi serupa yang menargetkan Ibu Negara Melania Trump. Pada Juli 2026, media Iran juga dilaporkan menampilkan ancaman langsung terhadap Donald Trump, termasuk materi propaganda yang menyerukan pembunuhan terhadap presiden AS.
Pihak keamanan Amerika Serikat telah memperhatikan ancaman tersebut. Secret Service sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka meninjau materi ancaman yang ditujukan kepada orang-orang yang berada di bawah perlindungan lembaga tersebut. Laporan terbaru menyebut ancaman terhadap Barron juga tengah menjadi perhatian aparat keamanan AS.
Ancaman itu muncul di tengah hubungan Washington dan Teheran yang semakin tegang. Presiden Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap upaya pembunuhan terhadap dirinya akan memicu respons Amerika Serikat yang sangat keras. Sementara itu, sejumlah figur media pemerintah Iran membingkai ancaman terhadap Trump melalui narasi pembalasan atas kematian pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sejumlah laporan internasional menilai video tersebut lebih menyerupai propaganda dan perang psikologis, tetapi penyebarannya melalui televisi negara membuat ancaman tersebut mendapat perhatian serius. Klaim mengenai keberadaan hadiah pembunuhan maupun kemampuan memantau Barron secara langsung tetap perlu diperlakukan sebagai klaim media Iran yang belum terverifikasi secara independen.***











