ACEH, Radarjakarta.id — Video sekelompok pria yang naik ke kapal bantuan dan meminta jatah logistik bagi wilayah tertentu viral dan memicu polemik luas di media sosial. Rekaman yang beredar di TikTok, Instagram, X, Facebook, dan YouTube itu memperlihatkan sejumlah pria mengenakan atribut bulan bintang dan logo Burak Singa, diduga terkait eks kombatan, meminta agar bantuan dibagi kepada mereka sebelum didistribusikan ke korban bencana.
Dalam video lain, seorang anggota TNI yang sedang mengawal kapal terlihat berbicara lewat ponsel dan menyebut dirinya mendapat perintah dari seorang panglima wilayah di Idi Cut, Aceh Timur. Pria beratribut loreng itu juga mengaku berada di lokasi berdasarkan instruksi staf khusus Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem.
Menanggapi viral tersebut, Gubernur Aceh Mualem menegaskan tidak pernah memberi perintah serupa. Ia memastikan akan menindak siapapun jika terbukti merampas atau mengintervensi distribusi bantuan. “Saya tidak ada laporan. Kalau ada, sudah jelas akan kita tindak,” ujar Mualem usai rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan kepala daerah di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu malam (7/12/2025).
Mualem menyebut dalam kondisi darurat seperti saat ini, seluruh pihak harus mengedepankan kemanusiaan dan tidak memanfaatkan situasi bencana untuk kepentingan kelompok. “Dalam membantu masyarakat jangan ambil kesempatan di air keruh. Bantuan harus benar-benar sampai kepada yang belum menerima,” tegasnya.
Aceh saat ini menghadapi bencana besar usai hujan ekstrem memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah. Kondisi diperparah dengan kepanikan warga setelah gempa M7,6 yang mengguncang Jepang memunculkan peringatan tsunami hingga tiga meter, meski BMKG memastikan Indonesia aman.
Dari total 18 kabupaten/kota terdampak, empat wilayah tercatat mengalami kerusakan terparah: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tengah. “Yang paling berat itu Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Takengon. Di beberapa wilayah bahkan dari gunung sampai laut terdampak,” kata Mualem.
Pemerintah Aceh memastikan penyaluran bantuan akan diperketat pengawasannya. Aparat keamanan dikerahkan untuk memastikan distribusi logistik berjalan tertib dan tidak lagi diganggu pihak mana pun.***











