MALANG, Radarjakarta.id – Di tengah menjamurnya kafe modern dan restoran kekinian, kuliner pasar tradisional di Malang justru semakin diburu wisatawan. Harga yang terjangkau, cita rasa autentik, serta suasana khas pasar rakyat menjadi daya tarik utama yang membuat banyak pengunjung rela datang sejak subuh demi menikmati makanan legendaris yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak sedikit wisatawan menyebut wisata kuliner pasar di Malang sebagai pengalaman paling “jujur” untuk merasakan cita rasa asli Jawa Timur.
Salah satu destinasi favorit adalah Pasar Oro-Oro Dowo yang dikenal sebagai surga kuliner legendaris. Pasar yang telah berdiri sejak era kolonial Belanda ini menawarkan beragam menu khas seperti Nasi Bhug, Sego Liwet Bakar Kemangi, Bakso Goreng, hingga Kue Lumpur Wolak Walik yang resepnya tetap dipertahankan selama puluhan tahun. Kondisi pasar yang kini lebih bersih dan tertata juga membuat pengunjung nyaman berkeliling menikmati aneka kuliner dari satu lapak ke lapak lainnya.
Tak kalah ramai, Pasar Klojen dan Pasar Kebalen menjadi tujuan utama pencinta sarapan tradisional. Sejak pagi hari, area pasar dipenuhi aroma Pecel, Bubur Ayam, Nasi Empal, Mie Cendana, hingga Onde-onde hangat yang dijual dengan harga ramah di kantong. Keramaian dan aktivitas khas pasar justru menghadirkan pengalaman kuliner yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.
Sementara itu, Pasar Besar Malang tetap menjadi ikon wisata kuliner rakyat yang tak pernah kehilangan pengunjung. Di sekitar kawasan pasar, deretan pedagang makanan legendaris seperti Rawon Nguling selalu dipadati pembeli dari berbagai daerah. Banyak wisatawan sengaja datang untuk menikmati racikan bumbu khas Jawa Timur yang terkenal gurih, kaya rempah, dan memiliki cita rasa kuat.
Bukan hanya makanan berat, pasar tradisional di Malang juga dipenuhi aneka jajanan khas yang menggoda selera. Di Pasar Mergan, pengunjung dapat menikmati jajanan tradisional sambil berburu buah segar langsung dari petani lokal. Sedangkan Pasar Splendid menawarkan suasana kuliner yang lebih santai dengan nuansa bunga dan tanaman hias yang membuat pengalaman wisata terasa semakin unik.
Popularitas kuliner pasar tradisional di Malang terus meningkat, terutama di kalangan wisatawan yang mencari pengalaman makan murah namun tetap berkesan. Perpaduan rasa autentik, resep turun-temurun, dan atmosfer pasar rakyat menjadikan wisata kuliner tradisional Malang bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari daya tarik budaya yang terus hidup di tengah modernisasi kota.|Cut Meilana*











