JAKARTA, Radarjakarta.id – Pemerintah mulai mematangkan arah pembangunan nasional tahun 2027 melalui penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang digarap Kementerian PPN/Bappenas. Dalam rancangan awal tersebut, sejumlah program strategis Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan menjadi prioritas nasional, mulai dari mobil nasional (mobnas), giant sea wall, hingga program gentengisasi dan pembangunan jutaan rumah rakyat.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027 mampu mencapai 7,5 persen. Strategi tersebut diarahkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi merata ke berbagai daerah lewat penguatan investasi, industrialisasi, serta peningkatan produktivitas nasional.
Di sektor pangan dan kelautan, pemerintah menyiapkan berbagai program besar seperti pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih, pengadaan ribuan kapal ikan modern, pengembangan kawasan pangan terintegrasi, hingga peningkatan produksi daging, susu, dan telur untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara di bidang energi, pemerintah mendorong percepatan transisi menuju kemandirian energi melalui program B50, bioetanol E20, elektrifikasi 10 ribu desa, konversi jutaan kendaraan listrik roda dua, hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW.
Pada sektor pendidikan dan kesehatan, program makan bergizi gratis bagi siswa, ibu hamil, dan balita tetap menjadi prioritas. Pemerintah juga menargetkan pembangunan sekolah baru, digitalisasi sistem pendidikan, peningkatan kualitas 86 rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga percepatan penanggulangan tuberkulosis di berbagai daerah.
Sorotan utama lainnya berada pada agenda hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah memasukkan proyek mobil nasional, motor nasional, industri semikonduktor, hingga pengembangan ekosistem industri kedirgantaraan sebagai bagian dari strategi industrialisasi Indonesia ke depan.
Selain itu, proyek-proyek berskala besar seperti Giant Sea Wall, pembangunan 3 juta rumah rakyat, rehabilitasi wilayah pascabencana, hingga Gerakan ASRI yang mencakup gentengisasi, pengendalian sampah, dan penghijauan lingkungan juga akan digenjot pada 2027.
Untuk mendukung pembiayaan program-program tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga membuka peluang investasi nonfiskal termasuk dukungan dari Danantara. Pemerintah berharap seluruh agenda pembangunan itu mampu memperkuat ekonomi rakyat, mempercepat pembangunan desa, serta menekan angka kemiskinan melalui bantuan sosial terintegrasi dan penciptaan lapangan usaha baru di seluruh Indonesia.***











