Video Protes Siswi Pontianak Gegerkan LCC Empat Pilar MPR

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Gelombang kritik terhadap pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus meluas setelah video protes peserta asal SMA Negeri 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha, viral di media sosial. Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR RI, Habiburokhman, secara terbuka memuji keberanian Ocha yang dinilai berani memperjuangkan kebenaran di hadapan dewan juri dan publik.

Menurut Habiburokhman, sikap Ocha layak menjadi contoh bagi generasi muda karena tidak memilih diam saat merasa dirugikan dalam sebuah kompetisi. Ia menilai keberanian siswi SMA Negeri 1 Pontianak tersebut mencerminkan karakter kritis, berani, dan teguh pada prinsip, nilai yang justru penting dalam dunia pendidikan dan demokrasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Politisi Gerindra itu juga menyoroti respons dewan juri dan pembawa acara yang dinilai kurang terbuka terhadap kritik peserta. Habiburokhman bahkan meminta juri, panitia, hingga pembawa acara untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Ocha agar polemik tidak semakin melebar dan mencederai semangat edukasi yang diusung dalam ajang tersebut.

Kontroversi bermula saat Grup C dari SMA Negeri 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai minus lima untuk jawaban terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, dalam video yang beredar luas di media sosial, jawaban serupa dari Grup B SMA Negeri 1 Sambas justru mendapat nilai penuh dari juri yang sama. Perbedaan penilaian itu memicu protes langsung dari Ocha karena dianggap menunjukkan ketidakkonsistenan dalam proses penjurian.

Habiburokhman menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kredibilitas kompetisi pendidikan yang membawa nama lembaga negara. Ia bahkan mengusulkan agar rangkaian lomba dihentikan sementara hingga dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kemungkinan pergantian dewan juri demi menjaga objektivitas dan transparansi penilaian.

Sementara itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melalui Sekretaris Jenderal Siti Fauziah menyatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika yang terjadi dalam perlombaan tersebut. Polemik ini kini menjadi sorotan luas publik dan media sosial, dengan banyak warganet menilai keberanian Ocha sebagai simbol kritik generasi muda terhadap pentingnya transparansi dan keadilan dalam dunia pendidikan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.