JAKARTA, Radarjakarta.id – Anggota DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak, kembali mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.
Hal tersebut disampaikan dalam agenda rutin kedewanan bertajuk Peningkatan Fungsi Pengawasan Produk Hukum Provinsi Daerah Khusus Jakarta Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, yang dilaksanakan di Jakarta Timur, Minggu (10/5/2026).
Josephine Simanjuntak dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan persoalan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan besar karena volume sampah yang dihasilkan warga terus meningkat setiap hari. Sampah tersebut berasal dari berbagai aktivitas, seperti rumah tangga, pertanian, sisa bangunan, perdagangan dan perkantoran, hingga industri.
Sebagian besar sampah tersebut dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.
“Kalau setiap hari lingkungan kita rapi dan masyarakat disiplin membuang sampah pada tempatnya, tentu persoalan sampah bisa lebih terkendali,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, volume sampah di ibu kota mencapai sekitar 7.500 hingga 8.000 ton per hari.
Sebagian besar sampah berasal dari rumah tangga dengan komposisi didominasi sisa makanan, plastik, dan sampah kemasan. Sampah tersebut diangkut menggunakan ratusan armada menuju TPST Bantar Gebang yang menjadi lokasi utama pengolahan sampah warga Jakarta.
Legislator PSI itu juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan tempat pembuangan sementara (TPS) yang telah disediakan pemerintah daerah guna meminimalisasi sampah yang berserakan di lingkungan warga. Dari TPS tersebut, sampah kemudian diangkut menuju Bantar Gebang untuk dikelola lebih lanjut.
Menurut Josephine, kapasitas TPST Bantar Gebang saat ini menghadapi tantangan besar akibat tingginya volume sampah yang masuk setiap hari. Pengelolaan dilakukan dengan sistem pemadatan dan pengolahan agar area pembuangan tetap dapat digunakan. Karena itu, pengurangan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting yang harus dilakukan masyarakat.
“Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi ke lingkungan sekitar atau rumah tetangga. Kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong program pemilahan sampah dari rumah tangga, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan bank sampah di tingkat warga.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi beban sampah yang dikirim ke Bantar Gebang setiap harinya.











