Angkie Yudistia Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Gerakan Generasi Menembus Batas

Gerakan Generasi Menembus Batas di SLBN 6 Jakarta. (Foto: Radarjakarta.id/Ilham)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.idSociopreneur Angkie Yudistia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung generasi muda penyandang disabilitas melalui kegiatan “Gerakan Generasi Menembus Batas” yang digelar di SLB Negeri 6 Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan sesi motivasi, interaksi bersama siswa, hingga pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi dan guru favorit. Suasana hangat dan penuh semangat tampak mewarnai acara yang diikuti para siswa dan tenaga pendidik itu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial periode 2024–2029 ini mengatakan Gerakan Generasi Menembus Batas berangkat dari perjalanan panjang Yayasan Menembus Batas yang telah didirikan sejak tahun 2011.

“Hari ini Generasi Menembus Batas hadir sebenarnya berawal dari Yayasan Menembus Batas dari tahun 2011 dan sekarang ini sudah 15 tahun ya, udah remaja ini yayasannya,” ujar Angkie kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut hadir untuk membangun karakter generasi muda agar percaya diri, kreatif, dan tidak takut tampil berbeda. Menurutnya, generasi saat ini, khususnya Gen Alpha, perlu dibentuk menjadi pribadi yang mampu memberi dampak positif bagi orang lain.

“Jadi karena saya melihat berbagai generasi, dimulai dari generasi Baby Boomers, Millennials, Gen Z, dan sekarang Gen Alpha, yang dimana kita membentuk generasi-generasi muda yang kreatifitasnya tinggi, memiliki harapan baru, nggak malu untuk menjadi berbeda,” katanya.

Angkie menilai, membangun lingkungan inklusif menjadi tugas bersama agar anak-anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-cita.

“Kita bisa lihat secara langsung bahwa mereka memiliki semangat dan mereka memiliki potensi, dan tentunya mereka memiliki cita-cita tinggi,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan keinginannya agar program tersebut dapat berjalan rutin dan menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk sekolah umum. Menurutnya, pendidikan inklusif harus dibangun sejak dini agar generasi muda terbiasa hidup berdampingan tanpa membedakan satu sama lain.

“Harapannya itu nggak hanya saat ini atau di sekolah luar biasa saja tapi di sekolah umum juga, karena kenapa? Karena kita membentuk lingkungan inklusif,” ungkapnya.

Selain memberikan motivasi, Angkie turut mengajak para siswa untuk berani menembus batas dalam diri mereka sendiri. Ia menyebut, rasa tidak percaya diri menjadi tantangan terbesar yang sering dihadapi anak-anak penyandang disabilitas.

“Tantangan terbesarnya itu adalah bagaimana mereka bisa memiliki harapan ke depannya,” katanya.

Menurut Angkie, setelah berhasil mengalahkan batas dalam diri sendiri, para penyandang disabilitas masih harus menghadapi tantangan lain di lingkungan sekitar, seperti aksesibilitas transportasi, pendidikan, hingga pekerjaan.

“Begitu mereka berhasil untuk menembus batas diri mereka sendiri, mereka akan berhadapan dengan batas-batas di lingkungan kita sehari-hari,” jelasnya.

Melalui Gerakan Generasi Menembus Batas, Angkie berharap para siswa mampu tumbuh menjadi generasi mandiri, percaya diri, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

“Indonesia masih membutuhkan pemimpin-pemimpin dari generasi muda saat ini,” pungkasnya.

Tidak hanya memberikan motivasi kepada siswa, dalam kegiatan tersebut Angkie Yudistia juga memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha kecil dengan memborong produk-produk UMKM yang hadir di lokasi acara.

Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus memberikan semangat bagi para pelaku usaha lokal agar terus berkembang dan percaya diri memasarkan produknya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.