GEMPA M7,6 Guncang Jepang: Tsunami Mengancam

banner 468x60

TOKYO, Radarjakarta.id — Dunia dikejutkan oleh gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang Jepang pada Senin malam, 8 Desember 2025. Sirene peringatan tsunami meraung di sejumlah wilayah pesisir mulai Hokkaido, Aomori, hingga Iwate, sementara warga panik menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Informasi awal menyebut gelombang tsunami dapat mencapai tinggi tiga meter.

Di tengah kepanikan masyarakat Jepang, BMKG Indonesia memastikan gempa besar ini tidak akan memicu tsunami di wilayah Indonesia. “Masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di pesisir, tidak perlu panik. Situasi aman,” tegas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Senin menjelang tengah malam.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

BMKG mencatat gempa tersebut terjadi pada pukul 21.15 WIB, berpusat di laut dekat pesisir timur Hokkaido dengan kekuatan awal M7,3 sebelum diperbarui menjadi M7,6. Analisis menunjukkan gempa tergolong dangkal dan berasal dari aktivitas subduksi Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk, termasuk dalam kategori zona megathrust — tipe gempa yang kerap memicu tsunami besar seperti tragedi 2011.

Belum lama setelah gempa utama, wilayah terdampak kembali diguncang gempa susulan berkekuatan M5,5. Japan Meteorological Agency (JMA) melaporkan sebagian wilayah mengalami intensitas getaran upper-6 skala Shindo, tingkat yang dapat menyebabkan kerusakan berat pada bangunan.

Gelombang tsunami mulai terpantau di sejumlah titik. Di Urakawa, Hokkaido, permukaan air laut naik 50 sentimeter, sementara gelombang serupa terdeteksi di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate. Pemerintah Jepang segera mengeluarkan perintah evakuasi, menghentikan layanan kereta JR East, dan menutup akses ke sejumlah fasilitas publik.

Pemerintah Jepang membentuk kantor krisis nasional dan memobilisasi seluruh sumber daya darurat. “Perintah Perdana Menteri jelas: utamakan keselamatan warga, percepat evakuasi, operasi pencarian, serta penilaian kerusakan,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers yang dikutip dari Japan Times.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan reaktor nuklir atau korban jiwa, namun situasi terus berkembang dan otoritas Jepang mengimbau warga menjauhi pantai serta mengikuti instruksi resmi melalui televisi, radio, dan media sosial.***

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.