JAKARTA, Radarjakarta.id – Malam penuh ledakan emosi mengguncang San Siro saat Inter Milan memastikan diri sebagai penguasa Serie A musim 2025/2026. Tanpa perlu permainan sempurna, Nerazzurri justru menunjukkan mental juara sejati menang dingin, mematikan, dan tak terbendung.
Sejak peluit awal, tekanan Inter sudah terasa mencekik. Nicolò Barella langsung mengirim sinyal bahaya lewat umpan tajam yang hampir diselesaikan Denzel Dumfries. Parma sempat bernapas, tapi hanya sebentar—dominasi tuan rumah seperti gelombang yang tak pernah surut.
Ketegangan pecah tepat di detik krusial babak pertama. Marcus Thuram menyelinap dari jebakan offside dan menghukum kelengahan lini belakang Parma. Gol di masa tambahan waktu itu bukan sekadar pembuka itu adalah sinyal bahwa pesta juara sudah di depan mata.
Masuk babak kedua, Inter tak mengendur. Serangan demi serangan terus digelontorkan, memaksa Parma bertahan dalam tekanan. Hingga akhirnya, Lautaro Martínez mengirim umpan matang yang diselesaikan dingin oleh Henrikh Mkhitaryan. Skor 2-0 pun menjadi stempel kemenangan sekaligus pengunci gelar.
Tak hanya menang, Inter memastikan tak terkejar di klasemen. Dengan koleksi 82 poin, mereka meninggalkan Napoli jauh di belakang. Bahkan dengan sisa laga, tak ada lagi skenario yang bisa menggoyahkan takhta mereka.
Parma sempat mencuri harapan lewat gol di akhir laga, namun dianulir karena offside. Harapan itu pun runtuh seketika, sementara Inter justru berpesta. Malam itu berubah menjadi lautan euforia tanda lahirnya dominasi baru di Italia.
Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah deklarasi kekuatan. Scudetto ke-21 bukan hanya angka ini bukti bahwa Inter Milan kembali menjadi raja yang sulit digulingkan.***











