Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Menyerah, Diplomasi Tetap Terbuka

banner 468x60

NEW YORK, Radarjakarta.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah dalam konflik dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya pada Sidang Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu, 23 September 2026.

Dalam pidatonya, Pezeshkian menyatakan Iran akan mempertahankan diri dan tetap mempertahankan program nuklir sipilnya. Namun, ia juga membuka ruang bagi dialog dengan Washington dengan syarat perundingan dilakukan melalui diplomasi dan tidak menggunakan tekanan atau ancaman kekuatan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pezeshkian secara langsung merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sehari sebelumnya di forum yang sama. Trump memperingatkan Iran mengenai konsekuensi jika tidak tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Pezeshkian mengatakan Iran siap berdialog dan bernegosiasi, tetapi menolak bahasa yang menurutnya didasarkan pada pemaksaan.

“Kami siap untuk dialog, diplomasi dan negosiasi tanpa menerima bahasa kekuatan,” demikian inti pernyataan Pezeshkian dalam pidatonya. Ia juga menegaskan Iran tidak akan meminta izin kepada pihak lain untuk mempertahankan negaranya. Reuters melaporkan, Pezeshkian menyampaikan sikap tersebut di hadapan 193 negara anggota Majelis Umum PBB.

Presiden Iran itu juga membawa sejumlah foto ketika menyampaikan pidatonya, termasuk foto mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta korban serangan yang disebut Iran berasal dari Amerika Serikat. Langkah tersebut digunakan Pezeshkian untuk menyampaikan versi Iran mengenai dampak konflik kepada masyarakat internasional.

Di sisi lain, perkembangan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih menghadapi perbedaan posisi. Reuters melaporkan seorang pejabat senior Iran mengatakan kedua negara masih berjauhan dalam upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, meski jalur diplomasi dinilai tetap perlu dilanjutkan.

Pidato Pezeshkian berlangsung di tengah konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan dan menjadikan isu nuklir, keamanan kawasan serta Selat Hormuz sebagai bagian penting dalam ketegangan Iran-Amerika Serikat. Forum PBB di New York pun menjadi panggung bagi Teheran untuk menyampaikan sikapnya sekaligus menegaskan bahwa peluang diplomasi belum sepenuhnya tertutup.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.