Houthi Kembali Serang Bandara Riyadh, Korban Tewas Bertambah

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi kembali mengguncang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (11/10/2026). Serangan terbaru tersebut menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya, sehari setelah serangan sebelumnya menewaskan 12 orang dan menyebabkan ratusan korban luka.

Peristiwa terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, yang menjadi salah satu pintu masuk utama penerbangan internasional di negara tersebut. Otoritas penerbangan Arab Saudi menyatakan serangan pada Sabtu (10/10/2026) menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi dan delapan warga negara asing.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Serangan berulang itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan sipil di kawasan Timur Tengah. Operasional bandara sempat dihentikan untuk penanganan dampak serangan dan pemeriksaan kerusakan. Sejumlah penerbangan turut terdampak, sementara penumpang dan maskapai menghadapi ketidakpastian jadwal perjalanan.

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman sebelumnya memperingatkan maskapai dan pelancong agar menghindari bandara-bandara Arab Saudi. Ancaman tersebut menambah ketegangan setelah serangkaian serangan menyasar fasilitas strategis di wilayah kerajaan. Namun, setiap klaim mengenai pihak yang bertanggung jawab tetap perlu merujuk pada keterangan resmi dan hasil verifikasi independen.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid. Sekretaris Jenderal PBB menyatakan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil melanggar hukum internasional serta mendesak agar serangan semacam itu segera dihentikan.

Situasi ini menambah risiko meluasnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Perkembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan dukungan militer dari negara lain dan respons koalisi pimpinan Arab Saudi, masih menjadi perhatian internasional. Informasi mengenai rencana bantuan militer Suriah perlu dikonfirmasi melalui pernyataan resmi pemerintah terkait.

Hingga Senin (12/10/2026), perkembangan serangan dan dampaknya terhadap operasional penerbangan masih menjadi perhatian. Masyarakat yang hendak bepergian melalui Riyadh disarankan memeriksa pengumuman resmi bandara dan maskapai untuk memperoleh informasi terbaru mengenai keamanan serta perubahan jadwal penerbangan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.