Tak sekadar menyasar konsumen, TurkiyeNuts juga membidik pasar industri makanan dan minuman melalui pengembangan jaringan bisnis business to business (B2B), khususnya dengan perusahaan manufaktur dan distributor.
Tujuh produk yang ditawarkan meliputi hazelnut, pistachio, aprikot kering, buah tin, kismis, minyak zaitun, dan madu. Seluruh produk tersebut didatangkan langsung dari Turki untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan Indonesia.
Project Executive TurkiyeNuts, Iman Saputra, mengatakan keikutsertaan dalam Krista InterFood 2026 menjadi strategi perusahaan untuk memperkenalkan kualitas dan karakteristik produk pangan Turki sekaligus membuka peluang kemitraan baru.
“Seluruh produk kami asli dari Turki. Proses pengadaan atau sourcing dilakukan langsung dari Turki dan kemudian diekspor ke Indonesia,” ujar Iman.
Menurutnya, aprikot kering menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati pasar. Sementara hazelnut dan pistachio memiliki prospek besar untuk memenuhi kebutuhan industri, mulai dari bakery, produsen cokelat, makanan ringan, hingga berbagai produk olahan pangan.
“Untuk hazelnut dan pistachio, kami fokus pada pasar industri. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan baku bakery, cokelat, maupun tambahan topping untuk berbagai produk makanan,” jelasnya.
Iman menambahkan, pistachio asal Turki memiliki karakteristik tersendiri, antara lain ukuran yang relatif lebih kecil dan warna lebih pekat. Aroma serta cita rasanya menjadi nilai tambah bagi pelaku industri makanan.
Sementara aprikot kering memiliki peluang pasar yang luas, baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai campuran berbagai produk makanan. Buah kering ini juga dapat dikombinasikan dengan kacang-kacangan dan granola sebagai alternatif camilan.
Bidik Industri dan Perluas Distribusi
Untuk memperkuat bisnis di Indonesia, Turki Enaks telah memiliki perusahaan dan kantor operasional di kawasan Cibubur. Jaringan distribusinya tidak hanya menyasar wilayah Jabodetabek, tetapi juga mulai menjangkau mitra bisnis di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Iman menyebutkan, Krista InterFood 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan pasar. Terlebih, Turki Enaks telah dua kali berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Selama pameran berlangsung, perusahaan mencatat peningkatan kunjungan dan ketertarikan dari sejumlah perusahaan manufaktur maupun distributor. Beberapa calon mitra bahkan telah mencoba produk dan meminta sampel untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan kerja sama.
“Untuk transaksi B2B masih dalam proses. Beberapa calon mitra sudah mencoba produk dan meminta sampel. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti untuk peluang kolaborasi,” ungkap Iman.
Ia menambahkan, target penjualan selama pameran secara umum telah terpenuhi. Sejumlah produk yang dibawa untuk diperkenalkan juga mendapatkan respons positif dari pengunjung.
Di sisi lain, TurkiyeNuts berupaya menjaga kualitas produk melalui pengelolaan masa simpan yang mencapai sekitar satu tahun. Perusahaan juga menyediakan pilihan kemasan, termasuk kemasan kotak, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan pelanggan industri.
Iman berharap partisipasi dalam Krista InterFood dapat semakin memperkenalkan merek Turki Enaks kepada pasar Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
“Kami berharap melalui Krista InterFood, Turki Enaks bisa semakin dikenal dan mendapatkan lebih banyak mitra bisnis, baik dari perusahaan manufaktur maupun distributor. Harapannya, kolaborasi ke depan semakin luas dan pasar produk Turki di Indonesia terus berkembang,” tutupnya.













