Pria Bersenjata Tewas Ditembak di Gedung Putih

banner 468x60

WASHINGTON, DC|Radarjakarta.id – Washington, D.C. kembali diguncang insiden bersenjata yang memicu kepanikan besar di sekitar kompleks Gedung Putih. Seorang pria bersenjata nekat melepaskan tembakan ke arah petugas Secret Service di pos pemeriksaan kawasan Pennsylvania Avenue, Sabtu malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB (24/5/2026).

Situasi mendadak berubah kacau ketika pria tersebut mendekati area pengamanan dekat Gedung Putih sebelum mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya. Tanpa banyak peringatan, pelaku langsung memberondong tembakan ke arah aparat yang berjaga.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Petugas Secret Service bergerak cepat membalas tembakan untuk menghentikan ancaman. Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

Insiden berdarah itu juga menyeret seorang warga sipil yang berada di sekitar lokasi. Hingga kini aparat masih menyelidiki asal peluru yang mengenai korban, apakah berasal dari tembakan pelaku atau dari baku tembak saat proses pelumpuhan berlangsung.

Menurut hasil penyelidikan awal, pria bersenjata tersebut diduga mengalami gangguan kesehatan jiwa. Namun motif utama aksinya masih menjadi teka-teki dan kini didalami FBI bersama aparat federal lainnya.

Rentetan suara tembakan di kawasan paling ketat pengamanannya di Amerika Serikat itu langsung memicu kepanikan warga dan jurnalis yang berada di sekitar Gedung Putih. Sejumlah saksi mata mengaku mendengar beberapa kali letusan keras sebelum area langsung disterilkan aparat bersenjata lengkap.

Beberapa ruas jalan di sekitar Pennsylvania Avenue pun sempat ditutup total. Aparat federal diterjunkan untuk memperkuat pengamanan dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan di pusat pemerintahan Amerika Serikat tersebut.

Secret Service memastikan tidak ada anggota pengamanan presiden yang terluka dalam insiden itu. Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang saat kejadian berada di dalam Gedung Putih juga dipastikan aman dan tidak terdampak langsung.

Peristiwa ini semakin menambah ketegangan politik dan keamanan di Washington setelah sebelumnya muncul dugaan upaya pembunuhan terhadap Trump pada April 2026 saat menghadiri acara White House Correspondents’ Dinner.

Dalam kasus sebelumnya, seorang pria bernama Cole Tomas Allen asal California didakwa mencoba membunuh Trump dan hingga kini masih ditahan otoritas federal setelah mengajukan pembelaan tidak bersalah.

Rangkaian insiden bersenjata yang terjadi berdekatan dengan pusat kekuasaan Amerika itu kini memunculkan kembali sorotan tajam terhadap sistem keamanan Gedung Putih serta meningkatnya ancaman terhadap tokoh politik Amerika Serikat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.