JAKARTA, RadarJakarta.id – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, seiring peringatan hari ulang tahun ke-45 organisasi tersebut.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri perayaan HUT ke-45 GAPKI yang digelar di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (29/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, juga diluncurkan buku bertajuk “GAPKI Untuk Negeri: Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”
“Semoga GAPKI dapat terus menjadi jembatan antara pelaku usaha kelapa sawit dan pemerintah,” ujar Viva Yoga dalam sambutannya.
Menurutnya, komoditas kelapa sawit memiliki peran strategis, termasuk di kawasan transmigrasi. Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 600 ribu hektare lahan sawit yang dikelola di kawasan transmigrasi, dan berpotensi lebih luas jika termasuk transmigran swakarsa serta kawasan eks transmigrasi.
Viva Yoga juga mencontohkan keberhasilan pengelolaan sawit di Kawasan Transmigrasi Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Jambi. Sejak ditempatkan pada 1985, sebagian besar transmigran di wilayah tersebut beralih menjadi petani sawit dan mampu meningkatkan taraf hidupnya.
“Banyak dari mereka bisa meningkatkan pendapatan hingga menyekolahkan anak-anaknya. Bahkan setelah kerja sama dengan perusahaan, pengelolaan dilakukan secara mandiri dan lahannya menjadi milik warga,” jelasnya.
Ia menilai, tingginya nilai ekonomi sawit membuat komoditas ini menjadi pilihan utama bagi petani dibandingkan sektor lainnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar di sektor nonmigas. Karena itu, peran GAPKI dinilai penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri.
“Semua harus dikomunikasikan dengan baik agar sawit benar-benar memberi manfaat, baik bagi pengusaha maupun petani,” tegasnya.
Untuk pengembangan ke depan, Viva Yoga menekankan pentingnya peremajaan tanaman, peningkatan riset, inovasi produk turunan, serta perluasan pasar ekspor.
Ia berharap GAPKI terus berperan aktif dalam mendorong industri sawit yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kementerian Transmigrasi akan terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan GAPKI demi memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.











